Menu

Mode Gelap

Kolaka · 17 Mei 2022 18:09 WITA

Diduga Sertifikatkan Tanah Milik Orang, Seorang Pengusaha Gerai Phone di Kolaka Dilaporkan Ke Polisi


 Diduga Sertifikatkan Tanah Milik Orang, Seorang Pengusaha Gerai Phone di Kolaka Dilaporkan Ke Polisi Perbesar

SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Seorang pengusaha gerai celuler berinisial Nhy warga Kolaka, dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Kolaka lantaran diduga mensertifikatkan sebidang tanah yang bukan miliknya terletak di Wisata Kuliner (Wiskul) Kolaka. Akibat dari perbuatannya itu, pemilik tanah merasa dirugikan atas ulah Nhy tersebut.

Kronologis aksi jahat warga Kolaka ini dimulai saat dirinya masih menjadi orang kepercayaan oleh pemilik tanah yang bernama Andi Abbas, warga Sulawesi Selatan yang ditawarkan oleh pelaku untuk membeli tanah tersebut. Namun setelah sertifikat tanah yang dibelinya itu diminta, pelaku tidak dapat memberikannya kepada pemilik tanah. Belakangan diketahui bahwa tanah yang kini telah berdiri bangunan berlantai 2 itu telah diterbitkan sertifikatnya oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolaka atas nama Nhy.

Isteri Korban bernama Hj. Nur Aliah yang ditemui mengatakan awalnya Nhy menyampaikan kepada suaminya bahwa ada sebidang tanah di lokasi Wiskul Kolaka yang hendak dijual oleh pemiliknya lantaran si pemilik tanah tersebut sakit dan butuh biaya untuk berobat. Karena tertarik untuk membeli tanah tersebut, maka Andi Abbas memberikan sejumlah uang kepada Nhy untuk membayar harga tanah tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, tanah yang telah dibelinya itu kemudian dibangun sebuah home stay berlantai 2 dan hingga kini bangunan tersebut nyaris rampung. Karena merasa bahwa sertifikat tanah tersebut belum dimilikinya, maka Andi Abbas meminta kepada Nhy untuk memberikan sertifikat tanah yang telah dibelinya itu. Tapi sayang pelaku tak bersedia memberikannya. Malah diketahui bahwa tanah tersebut telah disertifikatkan oleh pelaku dengan menggunakan identitasnya, akhirnya sertifikat tersebut terbit atas nama Nhy.

“Kami mendesak pihak kepolisian Polres Kolaka untuk segera memproses secara hukum Nhy yang secara jelas telah terbukti mensertifikatkan tanah milik kami dengan menggunakan nama dirinya,” kata Nur Aliah, istri Korban.

Dapat dibayangkan kata Nur Aliah, total anggaran yang telah digelontorkan pihaknya dalam membeli tanah dan membangun home stay di atas tanah tersebut telah berkisar 1,8 miliar rupiah. Namun sayangnya tanah kami itu telah disertifikatkan oleh orang lain, sehingga dengan kejadian tersebut, kelanjutan pembangunan Home stay itu kami tunda.

Sementara itu, Nhy yang dituding sebagai pelaku pensertifikatan tanah milik orang lain, saat ditemui di gerai phone miliknya menolak memberikan pernyataan terkait tudingan yang dialamatkan kepadanya. Malah dengan sikap kasar, dirinya meminta kepada wartawan untuk meninggalkan gerai phonenya itu.

“Kalau saya keberatan untuk memberikan informasi kan saya tidak mau di konfirmasi pak. Karena ini tempatku, Jadi kita keluarmi dulu,” kata Nhy dengan nada tinggi.

Untuk diketahui, Nhy juga telah dilaporkan oleh putra Andi Abbas ke pihak Polda Sultra lantaran diduga melakukan kejahatan menggelapkan dana kas toko phone cell tempat dirinya saat itu bekerja, bahkan status Nhy sudah menjadi tersangka sebab akibat dari ulahnya itu.Tak tanggung-tanggung dana kas toko yang berada di dalam rekening yang jumlahnya berkisar 1 miliar rupiah nyaris ludes.(*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

HIPTI Kolaka Gelar Safari Dakwah Bersama Ustadz Abdul Somad

26 Juni 2022 - 14:04 WITA

Target Tingkatkan Penjualan, PT MRM Gelar Show Room Event

25 Juni 2022 - 10:28 WITA

Masyarakat Konaweha Diajak Terapkan Prilaku Hidup Sehat

15 Juni 2022 - 21:15 WITA

Peringati HLHS, Karang Taruna Konaweha dan Mahasiswa KKN UHO Gelar Bersih Pantai

6 Juni 2022 - 10:23 WITA

Jelang Waisak, Polsek Kolaka Gelar Cipkon

14 Mei 2022 - 22:24 WITA

Dinas PP dan KB Kolaka Jalin Silaturahmi dengan Insan Pers

26 April 2022 - 20:28 WITA

Trending di Kolaka
error: Content is protected !!