Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 20 Mei 2026 17:18

26 Mahasiswa Eks STAI Wakatobi Ikuti Wisuda Daring STIT Bandung, Dr Suruddin Sebut Upaya “Selamatkan Mahasiswa”


26 Mahasiswa Eks STAI Wakatobi Ikuti Wisuda Daring STIT Bandung, Dr Suruddin Sebut Upaya “Selamatkan Mahasiswa” Perbesar

SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Sebanyak 26 Mahasiswa Eks Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi resmi mengikuti prosesi wisuda secara daring melalui Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) At-Taqwa Gegerkalong Bandung, Rabu (20/5).

Prosesi akademik itu berlangsung di halaman rumah mantan Ketua STAI Wakatobi, Dr. Suruddin, di Desa Numana, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.

Suasana haru dan penuh kebanggaan tampak mewarnai pelaksanaan wisuda yang digelar sederhana tersebut. Meski berlangsung secara virtual, para wisudawan dan wisudawati tetap mengenakan atribut akademik lengkap sebagai simbol berakhirnya perjuangan studi mereka.

Dr Suruddin mengungkapkan, 26 mahasiswa tersebut sebelumnya tercatat sebagai mahasiswa STAI Wakatobi saat dirinya masih menjabat Ketua kampus.

Namun, setelah dirinya diberhentikan oleh Yayasan Hasanah Wakatobi pada September 2025 lalu, para mahasiswa mendatanginya dan meminta solusi agar proses pendidikan mereka tetap dapat diselesaikan.

“Mahasiswa datang ramai-ramai ke rumah meminta diselamatkan agar kuliah mereka tidak terhenti. Mereka khawatir masa depan akademiknya terganggu akibat konflik internal kampus,” ujar Dr Suruddin.

Menurutnya, langkah memindahkan mahasiswa ke perguruan tinggi lain dilakukan demi memastikan mahasiswa tidak menjadi korban berkepanjangan dari polemik internal STAI Wakatobi.

Baca juga :   Cetak Profesi Insinyur Terbanyak, PT Vale Raih Penghargaan PII

Ia mengaku mendapat dorongan dari pihak Kopertis dan Kementerian Agama untuk tetap mengutamakan keselamatan akademik mahasiswa.

“Pesan dari Kopertis dan Kementerian Agama jelas, mahasiswa tidak boleh dirugikan. Karena itu saya mencari jalan agar mereka tetap bisa menyelesaikan studi,” katanya.

Awalnya, kata Suruddin, mahasiswa direncanakan dialihkan ke STAI YPIQ Baubau. Namun karena adanya perbedaan jurusan, sebagian mahasiswa akhirnya diarahkan melanjutkan studi di STIT At-Taqwa Gegerkalong Bandung hingga menyelesaikan proses akhir perkuliahan.

Ia juga menegaskan bahwa perpindahan kampus dilakukan atas persetujuan mahasiswa tanpa unsur paksaan.

“Saya tawarkan pilihan kepada mereka. Bahkan saya sempat menyarankan kembali ke STAI Wakatobi, tetapi mereka tidak mau. Semua keputusan diambil berdasarkan persetujuan mahasiswa sendiri,” jelasnya.

Di tengah pelaksanaan wisuda tersebut, polemik STAI Wakatobi sendiri masih terus bergulir. Sebelumnya, Forum Mahasiswa STAI Wakatobi melaporkan dugaan penyalahgunaan dana Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) ke aparat penegak hukum.

Nama Dr Suruddin turut disebut dalam laporan tersebut bersama sejumlah mantan pengelola kampus lainnya. Mahasiswa menduga adanya pemotongan dana KIP-K sebesar Rp2,4 juta hingga Rp3 juta setiap pencairan semester.

Baca juga :   54 Tahun Berdiri, Kepemimpinan Gubernur Ali Mazi, Bank Sultra Memiliki Kantor Cabang di Jakarta

Menanggapi hal itu, Dr Suruddin membantah tuduhan penyalahgunaan dana dan mengaku siap diperiksa aparat penegak hukum.

“Saya siap diperiksa. Semua dokumen lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan dana yang dipotong dari beasiswa mahasiswa digunakan untuk kebutuhan akademik seperti pembayaran SPP, seminar, hingga program praktik lapangan (PPL), bukan semata-mata tabungan wisuda. (MN)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Mahasiswa FMIPA UHO Pelajari Green Chemistry dan QAQC Nikel di PT ANTAM Kolaka

19 Mei 2026 - 22:02

Lima Balon Rektor USN Kolaka Bakal Adu Visi Misi, Dijadwalkan 2 Juni

19 Mei 2026 - 21:01

Dugaan Penyalahgunaan KIP-K di STAI Dilapor ke Polres dan Kejari Wakatobi

19 Mei 2026 - 19:30

Kurang dari 24 Jam, Tim Elang Anti Bandit Polres Kolaka Berhasil Bekuk Pelaku Pelaku Curat di Lamokato

18 Mei 2026 - 16:27

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolda, Tiga Brigjen Resmi Dilantik

17 Mei 2026 - 17:33

Pengedar Sabu Diciduk di Pomalaa, Pemasok Diduga Warga Binaan Lapas Kendari

14 Mei 2026 - 20:18

Trending di Berita Utama