SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Sebanyak 812 remaja perempuan memeriahkan Prosesi Adat Karia di Lapangan Desa Sandi, Kecamatan Kaledupa Selatan, akhir pekan kemarin. Acara yang dihelat dalam Festival Barata Kaledupa ini, sebagai bentuk penghormatan pada kaum perempuan.
Tradisi ini diwariskan untuk mengenang masa peradaban Raja Wakaka, pada prosesi ini diadakan sebagai bentuk rasa menghormati kaum perempuan. Tradisi bagi perempuan ini, dilakukan ketika mereka beranjak dewasa.
La Ode Husaini, salah seorang tokoh adat Kaledupa menuturkan, banyaknya ritual yang mesti dilakukan oleh peserta Kariaa. Sebelumya remaja putri yang akan mengikuti Kariaa, dipingit selama delapan hingga 40 hari.
Prosesi Karia ini juga membutuhkan orang tertentu untuk menanganinya. Salah satunya untuk menyediakan air mandi bagi persyaratan .
Setelah dimandikan, para gadis ini tidak diperbolehkan menginjak kakinya di atas tanah. Mereka baru diperbolehkan setelah kakinya diolesi kunyit dan didoakan keselamatan hidupnya.
Selanjutnya, para peserta Kariaa ini diusung atau ditandu menuju lokasi perayaan Kariaa yang sudah ditentukan sebelumnya. Dan dirangkaikan dengan prosesi pasali atau memberikan imbalan dalam bentuk uang yang sudah disediakan oleh para peserta Karia Henauka Wowine. Pasali ini diberikan kepada petinggi atau pemimpin sesuai gelar dan jabatannya.
Prosesi Kariaa ini diakhiri dengan ritual baca doa oleh Miantuu, tokoh adat dan tokoh masyarakat dimasing-masing peserta Henauka Wowine.
Sementara itu, Bupati Wakatobi, H Arhawi menekankan pentingnya menjaga Kelestarian Budaya Kariaa.Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya lokal dan untuk mengenang masa pemerintahan Raja Wakaka. Terlebih Kariaa bertujuan sebagai penghargaan kepada kaum perempuan.
Ia mengingatkan agar tadisi Kariaa ini selalu dijaga kekhasannya, mengingat nilai-nilai budaya yang ditunjukkan sangat tinggi maknanya. Ia juga berharap semoga budaya yang luhur ini terus berjalan dan dilestarikan.
Prosesi Adat Kariaa menjadi suguhan meriah di Festival Barata Kaledupa, 16 sampai 18 September lalu. Acara yang dipusatkan di Desa Sandi Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi itu, diiukuti 812 orang remaja perempuan dari Sepuluh Desa di Kecamatan Kaledupa Selatan.
Festival Barata Kaledupa adalah satu diantara angkaian fesival se Kabupaten Wakatobi. Acara ini digelar setiap tahunnya mengikuti Kalender Festival yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.(man)






