SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Dalam rangka mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif, PLN UIP3B Sulawesi menyerahkan bantuan berupa satu unit motor pengangkut sampah listrik yang ramah lingkungan dan satu unit mesin pencacah sampah bertenaga listrik.
Bantuan diberikan dalam peresmian sarana dan prasarana pengelolaan sampah Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP3B Sulawesi di Bank Sampah Induk Bone.
Kegiatan ini diresmikan oleh Wakil Bupati Bone Andi Akmal Palluddin, dihadiri Anggota DPR RI Ismail Bahtiar, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Laode Muh Idrus, Pj Sekda Bone Andi Saharuddin, Camat Tanete Riattang A Zainal Wahyudi, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone.
Dalam peresmian tersebut, PLN juga memberikan santunan dan paket sembako kepada 10 pengurus bank sampah serta bantuan untuk Rumah Yatim Al-Hijrah Bone sebagai bentuk kepedulian sosial.
General Manager PLN UIP3B SulawesiSulawesi Fermi Trafianto, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan.
“Sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami berkomitmen tidak hanya pada mitigasi, tapi juga membangun ekonomi berbasis lingkungan,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi ini.
“Penanganan sampah dan pemerataan akses listrik, khususnya di daerah terpencil, adalah prioritas kami. Dengan kolaborasi seperti ini, Bone akan semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pernyataan ini semakin dikuatkan dengan dukungan dari Anggota DPR RI Ismail Bahtiar yang mengapresiasi konsistensi PLN dalam program TJSL.
“Saya sudah tiga kali menyaksikan langsung dampak positif program ini. Komisi VI DPR RI siap mendorong perluasan akses listrik di wilayah yang masih gelap, termasuk di Bone,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Induk Bone Muhammad Yunus menyambut baik bantuan ini.
“Dengan dukungan PLN, kami bisa lebih optimal mengelola sampah. Kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi lewat program tukar sampah dengan sembako dan gas elpiji, ungkapnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan Bone yang bersih, mandiri energi, dan berkelanjutan.
Diharapkan, inisiatif serupa akan terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam. (WRD)






