SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Melewati batas seragam dan perbedaan pendapat, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengedepankan prinsip kemanusiaan.
Pasca-kericuhan unjuk rasa di Kabupaten Bone yang memanas, komitmennya jelas: “Semua yang luka, akan dibantu, tanpa terkecuali”.
Melalui program ‘Andalan Sulsel Peduli’, bantuan medis dan perawatan akan diberikan secara menyeluruh, baik kepada aparat TNI, Polri, Satpol PP yang terluka dalam menjalankan tugas, maupun kepada warga masyarakat yang menjadi korban dalam aksi penolakan kenaikan PBB-P2 tersebut.
“Korban adalah korban. Tugas kita sekarang adalah memulihkan, bukan memilah. Baik dari pihak kepolisian, TNI, Satpol PP, maupun masyarakat, semua akan kita bantu,” tegas Gubernur Andi Sudirman dalam pernyataannya, Rabu (20/8).
Aksi demonstrasi yang berujung ricuh itu diketahui menyebabkan belasan aparat mengalami luka-luka akibat lemparan batu. Saat ini, para korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pemerintah Provinsi Sulsel berjanji untuk terus memantau perkembangan kondisi mereka dan memastikan setiap korban mendapat penanganan medis yang terbaik.
Sebuah langkah yang diharapkan dapat menjadi pelumas bagi ketegangan dan mengedepankan empati di atas segala-galanya. (WRD)






