Menu

Mode Gelap

Sulselkita · 23 Agu 2025 21:50

Beredar Foto Kontroversi Pasca Unjuk Rasa FMPD Bone, Ini Klarifikasi Korlap


Beredar Foto Kontroversi Pasca Unjuk Rasa FMPD Bone, Ini Klarifikasi Korlap Perbesar

SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Unjuk rasa yang digelar Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) di Kabupaten Bone, Sabtu (23/8), berakhir tertib dan damai.

Namun, ketenangan pasca-unjuk rasa itu justru pecah akibat beredar luasnya foto sekelompok massa yang memegang poster berisi tuntutan kontroversial.

Poster dalam foto tersebut menyerukan pencopotan Ketua DPRD Bone dan menyebut sejumlah nama yang dituding sebagai ‘dalang’ di balik penolakan Kenaikan PBB PP beberapa waktu lalu. Beredarnya foto ini langsung memicu tanda tanya dan kehebohan di kalangan masyarakat.

Menanggapi viralnya foto itu, Jenderal Lapangan aksi, Abd Rahman, tak tinggal diam. Mantan Ketua HMI Cabang Bone ini pun angkat bicara untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi bahwa tulisan pada foto yang beredar bukan tuntutan aksi yang ia pimpin.

“Sebagai Jenderal Lapangan, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Foto itu beredar setelah massa saya bubarkan secara resmi, sehingga sudah di luar pantauan saya,” tegasnya.

Rahman menjelaskan kronologi lengkap kejadian. Usai aksi damai, ia mengklaim telah memimpin pembubaran massa secara tertib dan memastikan tidak ada yang mengganggu pengguna jalan lain.

Baca juga :   Mulai Senin, Satlantas Polres Bone Gelar Operasi Patuh Pallawa 2024

Bahkan, untuk menunjukkan niat baik, ia bersama empat rekannya, termasuk H Saifullah, langsung melapor ke Polres Bone bahwa aksi telah berjalan lancar dan aman.

“Setelah urusan di Polres selesai, saya hanya duduk di depan kantor Tarkim sambil menunggu motor untuk pulang. Beberapa jam kemudian, saya justru kaget mendapat kabar adanya foto yang mencatut nama dan menyeret pihak tertentu,” ujarnya, menggambarkan kejadian yang tidak diduga-duga itu.

Rahman dengan tegas menyatakan bahwa foto kontroversial itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan dirinya maupun kepanitiaan aksi. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu liar yang berpotensi merusak kerukunan dan kondusivitas di Bone.

“Saya berharap tidak ada pihak yang dirugikan. Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap damai dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu kebenarannya,” pesannya.

Melalui klarifikasi ini, Rahman berharap polemik dapat mereda dan masyarakat dapat kembali fokus pada hal-hal yang lebih produktif untuk memajukan Kabupaten Bone. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

Polisi Sebut Hanya Satu Pemilik Izin di Lokasi Tambang Desa Lampoko

25 Juli 2026 - 23:40

Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga, Rumah Ibu Rosnawati di Sibulue Berubah Jadi Hunian Layak

25 Juli 2026 - 19:51

Longsor Tebing Tambang Galian C Renggut Nyawa operator ekscavator di Bone

24 Juli 2026 - 15:32

Tempuh Jalur Hukum, Staf Laporkan Ketua DPRD Bone Terkait Dugaan Penganiayaan

22 Juli 2026 - 21:35

Bupati Bone Lantik 18 Kepala Desa PAW dan Satu Kades Perpanjangan Masa Jabatan

25 Mei 2026 - 16:50

Mentan Andi Amran Sulaiman Kunjungi Korban Banjir Bone, Salurkan Bantuan Total 9,5 Miliar

11 Mei 2026 - 11:30

Trending di Berita Utama