SULSEL_SULTRAKITA.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Bone, melalui Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin, menyatakan kesiapan penuhnya untuk berkontribusi aktif dalam menjalankan program nasional, khususnya dalam menjamin keamanan dan gizi pangan bagi masyarakat.
Komitmen ini ditegaskan dalam acara Pemberian Penghargaan atas Dukungan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan dalam Meningkatkan Pengawasan Obat dan Makanan.
Acara yang berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (28/8), menekankan kolaborasi sebagai kunci utama dalam melindungi konsumen dari produk pangan yang berbahaya.
Kepala Badan POM RI, Taruna menyatakan, kerja sama dengan pemerintah daerah sangat vital untuk memastikan setiap produk yang beredar di masyarakat telah memenuhi standar mutu, kebersihan, dan bebas dari bahan berbahaya. Inovasi dan monitoring berkelanjutan, menurutnya, adalah jawaban atas tantangan zaman.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa Program Makanan Bergizi Gratis bukan hanya tentang memerangi kelaparan, tetapi tentang memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan aman, bernutrisi, dan sesuai standar—khususnya untuk anak-anak dan kelompok rentan.
“Salah satu fokus utama kami adalah memastikan makanan yang didistribusikan bebas dari segala potensi bahaya. Ini berarti, aspek higienitas dan sanitasi lingkungan harus terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Peran para penjamah makanan disebutkan sebagai ujung tombak keberhasilan program ini. Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sulsel dan Kabupaten/Kota telah melatih 1.243 orang penjamah makanan atau 49,6% dari total 2.506 orang yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) per 14 Juli 2025. Pelatihan ini akan terus berlanjut hingga mencakup semua penjamah makanan.
Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin menekankan berbagai tantangan nyata yang dihadapi, seperti penggunaan wadah makanan non-standar dan risiko kontaminasi.
Karena itu, Pemkab Bone bertekad untuk memastikan bahwa setiap suapan yang sampai ke masyarakat Bone adalah yang terjamin, aman, dan penuh gizi untuk kesejahteraan bersama.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa program mulia ini menghadapi tantangan kompleks di lapangan. Karena itu, pengawasan yang ketat dan tindakan preventif mutlak diperlukan. Pemerintah Kabupaten Bone siap menjadi pionir dan konsisten dalam menerapkan sistem distribusi makanan yang baik,” paparnya. (WRD)






