SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh, Muhammad Nahir (45), warga Desa Waji, nekat melompat dari Jembatan sungai Desa Watu, Senin (01/9).
Pencarian yang penuh haru selama dua hari akhirnya berbuah kepastian yang pahit: Jasad Muhammad Nahir ditemukan, Rabu (3/9) sore, tak jauh dari tempat Ia jatuh.
Berdasarkan kesaksian warga, detik-detik nahas itu terjadi begitu cepat. Beberapa warga sempat berusaha mencegah, tetapi semua sudah terlambat. Tubuhnya terjungkal ke sungai dan langsung disapu arus yang deras dan menghilang dari pandangan.
Upaya penyelamatan pun segera digelar. Tim Rescue Basarnas Makassar diterjunkan untuk memburu segenap harapan. Pencarian yang intensif dilakukan dengan menyisir area sungai secara menyeluruh.
Tim Pencarian dibagi menjadi tiga tim; ada yang menyusuri hilir sungai dengan perahu karet, sementara tim lain membuat ombak buatan di sekitar bawah jembatan untuk membantu visibilitas.
Tiga jam setelah pencarian sore itu dimulai, sebuah pemandangan muram terlihat. Sekitar 10 meter dari titik lokasi Nahir melompat, jasadnya ditemukan mengambang. Tak ada lagi napas yang tersisa.
Timpun segera melakukan evakuasi. Jasad Nahir kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan, mengakhiri operasi pencarian SAR selama dua hari.
“Setelah tiga jam dilakukan pencarian, jenazah korban telah ditemukan,” ujar Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Nahir diduga mengalami depresi. Perjuangannya melawan penyakit yang tak kunjung sembuh telah menggerus semangat dan harapannya, hingga Ia akhirnya memilih sungai sebagai jalan keluar yang penuh keputusasaan.
“Ada saksi mata yang mengatakan melihat korban melompat dari jembatan. Dan dari informasi yang didapat, korban melompat karena depresi akibat penyakit yang diidapnya tidak kunjung sembuh,” pungkas Sultan. (WRD)






