SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Suasana Lapangan Taretta, Kelurahan Mampotu, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sabtu (1/11), tampak semarak. Ratusan petani dan penyuluh dari 27 kecamatan se-Kabupaten Bone mengikuti Jambore BerAmal Petani dan Penyuluh, yang digelar selama dua hari penuh.
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin. Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, jambore ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani demi terwujudnya pertanian Bone yang semakin tangguh dan berdaya saing.
Kemeriahan jambore diawali dengan karnaval pertanian yang diikuti seluruh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dari 27 kecamatan. Tiap kelompok tampil dengan kreativitas masing-masing, menampilkan ikon hasil pertanian unggulan daerahnya.
Area lapangan pun disulap menjadi perkemahan besar, tempat para peserta mendirikan tenda dan mengikuti berbagai kegiatan edukatif serta lomba pertanian.
Dalam sambutannya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan pertanian yang unggul dan produktif.
“Jambore BerAmal menjadi wadah evaluasi, tempat berbagi pengalaman, sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan. Kami ingin ada ikatan emosional yang kuat antara petani dan penyuluh, agar mereka bisa bahu-membahu meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya dihadapan ratusan peserta.
Andi Asman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone akan terus berupaya menciptakan sistem pertanian yang maju, modern, dan mandiri, dengan mengedepankan inovasi dan teknologi pertanian berkelanjutan.
Lebih lanjut, Bupati Asman mengungkapkan rasa bangganya terhadap potensi besar sektor pertanian Bone yang terus berkembang pesat.
“Bone saat ini berada di posisi kelima nasional sebagai daerah penghasil beras terbesar di Indonesia. Namun kami tidak ingin berhenti di situ. Melalui program irigasi IP 300 yang mengoptimalkan lahan irigasi seluas 42.000 hektare, kami menargetkan Bone bisa masuk tiga besar daerah penghasil beras nasional,” tegasnya penuh optimisme.
Jambore BerAmal menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menggerakkan semangat gotong royong di sektor pertanian.
Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, Bone menatap masa depan pertanian yang lebih cerah — pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga menyejahterakan masyarakatnya. (WRD)






