SULTRAKITA.COM, TOBELO – Bahasa Tobelo merupakan bagian dari kekayaan tak benda (intangible culture) yang perlu diwariskan secara berkelanjutan. Hanya saja, sistem pewarisan dan mekanisme organisasional selama belum mendapatkan perhatian penuh dari berbagai pihak. Mendukung kelestarian bahasa daerah, kehadiran tim peneliti dari UNJ disambut baik oleh pemerintah daerah Halmahera Utara.
Wakil Bupati Halmahera Utara Dr Kasman Hi Ahmad, SAg M.Pd mengatakan, perlunya penelitian yang mendalam melalui kerja sama yang berkelanjutan antara UNJ dengan para peneliti di daerah.
“Kami siap memfasilitasi untuk kelancaran penelitian ini. Hal itu merupakan bentuk dari apresiasi kami atas kegiatan riset yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta,” ujar Politisi yang juga alumni S3 dari UNJ.
Sementara itu, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd mengatakan, dukungan pemerintah daerah jelas membawa iklim yang kondusif dalam melestarikan warisan budaya tak benda di Halmahera Utara.
“Harapan Pemda sangat selaras dengan tema besar penelitiannya. Penelitian ini mengambil topik tentang arsip-arsip ekologis dalam tradisi Wallacean di Nusantara,” ujar Koordinator Program Doktor Linguistik Terapan UNJ.
Untuk diketahui, rombongan peneliti diterima di lantai 2 kantor Wakil Bupati pukul 09:00 WIT.
Rombongan peneliti terdiri dari Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd., Dr. Reni Nur Eriyani, Dr. Saifur Rohman, Nadhifa Indana Zulfa Rahman, MA, dan F Henry Tondo, M.Hum. (hrn)






