Menu

Mode Gelap

Kolaka ยท 21 Feb 2022 14:35

Dinkes Kolaka Canangkan Aksi Cegah Stunting (ACS) Mendidoha


Wakil Bupati Kolaka, Muh. Jayadin saat menyampaikan sambutan dalam musrembang yang dirangkaikan dengan pencanangan Aksi Cegah Stunting (ACS) Mendidoha di Kelurahan Ulunggolaka, Senin (21/2) Perbesar

Wakil Bupati Kolaka, Muh. Jayadin saat menyampaikan sambutan dalam musrembang yang dirangkaikan dengan pencanangan Aksi Cegah Stunting (ACS) Mendidoha di Kelurahan Ulunggolaka, Senin (21/2)

SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Untuk mengatasi stunting, beberapa program dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dan organisasi peduli kesehatan yang ada di Indonesia. Salah satunya, Program Aksi Cegah Stunting (ACS) yang diprakarsai oleh Habibie institute. Program ACS merupakan salah satu intervensi gizi spesifik dengan deteksi dini balita bermasalah gizi melalui poros Posyandu, Puskesmas dan RSUD. Seperti yang dilaksanakan di Kelurahan Ulunggolaka Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka, Senin (21/2). Wakil Bupati H. Muhammad Jayadin didampingi Ketua DPRD Kolaka beserta beberapa anggota DPRD Kolaka lainnya, Asisten I Setda Kolaka, Kepala Bappeda Kolaka, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kolaka, serta Camat Latambaga, mencanangkan Aksi Cegah Stunting (ACS) Mendidoha.

Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Harun Masirri dalam sambutannya menjelaskan target Stunting 14% dan Wasting 7% pada tahun 2024 yang merupakan target nasional, adalah merupakan tantangan bagi kita untuk bisa mencapainya secara bersama-sama.

Seperti diketahui stunting adalah salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi genetiknya. Chilhood stunting atau tubuh pendek pada masa anak-anak merupakan akibat dari kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan di masa lalu dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak. (Kemenkes RI, 2015). Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting antara lain, berat badan lahir, panjang badan lahir, usia kehamilan, pola asuh ibu, serta konsumsi gizi sejak masa kehamilan. Oleh karenanya perlu perhatian khusus utamanya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca juga :   PT Ceria Nugraha Indotama Gelar Pasar Murah di Kecamatan Wolo

Jika melihat kembali data Stunting, proporsi balita stunting secara nasional tahun 2018 adalah 30,8% yang terdiri 11,5% sangat pendek dan 19,3% pendek. Untuk di Kabupaten Kolaka, pada tahun 2019 persentase stunting sebesar 17.1%, tahun 2020 sebesar 14.8%, dan tahun 2021 sebesar 12.2%. Oleh karena itu, berbagai upaya penanganan stunting di Kabupaten Kolaka terus dilaksanakan secara terpadu, dimana tahun 2021 telah dilaksanakan kegiatan pencegahan dan penanganan Stunting mulai dari Aksi 1 hingga Aksi 8.

Pada pencanangan ACS Mendidoha dilaksanakan kegiatan senam Germas, pemeriksaan PTM, gerakan makan buah dan sayur, akselerasi makan telur dan minum susu bagi 30 balita yang bermasalah gizi di Kelurahan Ulunggolaka serta penyerahan secara simbolis buket selada dari Dinas Ketahanan Pangan, Abon Ikan dari Dinas Perikanan, Beras Nutrizink dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura. (*)

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya

Pelantikan Pengurus DPC APDESI Kolaka Bakal Dihelat 28 Januari 2026

13 Januari 2026 - 17:09

Pemda Kolaka Apresiasi Operasi Katarak Gratis PT Vale

15 Desember 2025 - 19:20

Panitia Natal Bersama Pemda Kolaka Gelar Beragam Aksi Sosial

14 Desember 2025 - 14:07

Bupati Kolaka Harap Muhammadiyah Bersinergi dengan Pemda Demi Kemaslahatan Umat

22 November 2025 - 18:14

Lagi, PT Vale IGP Pomalaa Siapkan Operasi Katarak Massal Gratis

14 November 2025 - 19:05

Tingkatkan Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan, PT Vale Gelar Pelatihan BTCLS

14 November 2025 - 16:45

Trending di Kolaka