SULTRAKITA.COM, KENDARI – Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun dan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra digiring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Direktorat Reserse Kriminal Hukum Polda Sultra, bersama dengan lima orang lainnya.
Ke tujuh orang tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh tim anti rasua itu di Direktorat Reserse Kriminal Hukum Polda Sultra.
Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
“Saat ini tim KPK berada di Polda Sultra, yang merupakan agenda dari pihak KPK. Intinya kami siap membantu KPK jika dibutuhkan,” ucapnya usai dari ruangan pemeriksaan, Rabu, (28/02).
Terkait adanya dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Sunarto enggan banyak komentar.
“Lebih jelasnya tanyakan langsung ke penyidik KPK. intinya kami siap memback up, jika dibutuhkan KPK,” tambah Sunarto.
Untuk diketahui, AKBP Sunarto usai memberikan keterangan kesejumlah wartawan yang sejak pagi stand by di depan direktorat Reserse Kriminal hukum Polda Sultra, kemudian Sunarto naik di mobilnya dan meninggalkan para Jurnalis itu. (divon)






