Menu

Mode Gelap

Terbaru · 20 Mar 2019 12:49

Balita Penderita Gizi Buruk di Kelurahan Tondonggeu Butuh “Uluran Tangan”


 Balita gizi buruk bersama dengan orang tuanya Perbesar

Balita gizi buruk bersama dengan orang tuanya

SULTRAKITA.COM, KENDARI – Tubuhnya mungil, kurus dan lunglai. Begitulah Budi (2,9), balita penderita gizi buruk dari keluarga kurang mampu. Buah hati pasangan Talib dan Masria membutuhkan uluran tangan dari para donatur dan dermawan terkait gizi buruk yang dideritanya.

Balita berdomisili kelurahan Tondonggeu, kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) ini belum bisa duduk apalagi berjalan. Anak dari pasangan Talib dan Masria ini seharusnya sudah bisa bermain sendiri tapi Budi hanya bisa terbaring.

Kondisi badan anak dari pasangan suami-istri Talib dan Masria ini kurus, bahkan berat badannya hanya mencapai sembilan kilogram. Padahal seharusnya balita normal mencapai 13 kilogram.

Masria mengungkapkan, saat ini anaknya sudah berusia dua tahun sembilan bulan. Saat baru lahir hingga saat ini selalu menangis dan untuk makan saja susah.

“Sejak lahir hingga saat ini, anak kami selalu saja menangis dan tidak tahu apa penyebabnya. Bahkan kondisinya dari hari ke hari semakin kurus dan berat badannya menurun,” jelasnya.

Ia mengaku tidak bisa berbuat lebih untuk anaknya yang sedang mengalami penyakit gizi buruk akibat keterbatasan biaya,  bahkan untuk meminta bantuan kepada tetangga ia malu.

“Saya baru tahu kalau anak saya mengidap penyakit gizi buruk, karena dengan kondisi yang serba pas-pasan ini saya mau bercerita dengan siapa? Apalagi berat anaknya semakin berkurang, bahkan jalan saja masih susah dan berpegang dipapan yang merupakan tembok rumah kami,” ucapnya.

Baca juga :   Gelar Rapat Perdana, Ini Pesan Pj Walikota Baubau

Saat ini Masria, sangat berharap bantuan Pemerintah daerah untuk memberikan makanan bergizi, vitamin serta obat untuk anak bungsunya yang belum genap tiga tahun, bisa kembali sehat dan normal untuk menjalani kehidupan seperti anak kecil lainnya.

Sementara itu, Salah seorang tetangga Wa Ode Azizah menjelaskan, kondisi Budi anak dari pasangan Talib dan Masria ini sangat memprihatinkan. Sebab, Budi hampir setiap saat selalu menangis baik siang maupun di malam hari.

“Kondisi anak ini yang bernama Budi hampir setiap saat selalu menangis setiap waktu. Saat mendengar selalu menangis, jadi saya menduga jangan sampai anak ini sakit,” ungkapnya.

Tak tega melihat kondisi anak tersebut lanjut Azizah, sehingga dirinya memberanikan diri mengantar Budi dan ibunya ke Posyandu terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

“Ternyata benar, setibanya di Posyandu (6/3) dan ditimbang waktu itu Budi hanya mempunyai berat 7,7 kg dan Posyandu langsung memberitahu bahwa anak ini terindikasi terkena penyakit Busung Lapar dan diberikan vitamin serta biskuit dan makanan lainnya yang mengandung gizi . Sehingga perlu diberikan asupan gizi yang banyak juga harus lebih dipantau setiap saatnya,” ujarnya.

Baca juga :   Febri Hidayat Hadiri Pengukuhan Pengurus Ranting dan PAC PDI Perjuangan Wakatobi

Ia mengaku bersyukur kerena berat badan anak tersebut sudah mengalami kenaikan menjadi sembilan kilogram. “Alhamdulillah saat ditimbang berat badannya naik menjadi sembilan kilogram,” pungkasnya.

Sementara itu, La Ode Ganiru yang juga sebagai tetangga mengaku bayi tersebut hampir setiap harinya menangis. Namun karena memang keterbatasan pemahaman dari kedua orang tuanya jadi hanya bisa diam saja.

Ia menjelaskan, pasangan Talib dan Masria ini merupakan warga kelurahan Tondonggeu, namun karena kurangnya pemahaman yang dimiliki sehingga tidak memiliki Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik. Selain itu juga, keluarga tersebut sering ke Sulawesi Tengah untuk bekerja sebagai nelayan

“Memang keluarga Talib dan Masria ini sering kali tidak rumah, karena disamping suaminya sebagai seorang nelayan juga sering pulang ke Sulawesi Tengah, jadi mereka tidak memiliki Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk,” jelasnya.

Menurutnya, keluarga tersebut membutuhkan kerjasama dan bantuan semua pihak dan pemerintah agar bisa sembuh dari penyakit gizi buruk ini. Apalagi perkembangannya sangat lambat.

“Kami hanya berharap bantuan semua pihak dan agar membantu. Karena dengan bantuan pemerintah dan masyarakat dapat meringankan beban mereka yang masih hidup dibawah garis kemiskinan,” pungkasnya.

Baca juga :   Stikes IST Buton Sukses Gelar Disnatalis

Sementara itu, Kepala Puskesmas Nambo Delisan mengatakan, balita gizi buruk itu sudah diberikan perawatan. Baik itu, bantuan makanan balita seperti biskuit, susu, obat dan vitamin.

 

Petugas kesehatan bidang gizi, Kepala Puskesmas Nambo bersama dengan keluarga balita Gizi Buruk

 

“Sebenarnya balita ini sudah kami berikan perawatan, baik itu susu, vitamin, biskuit dan obat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihak Puskesmas mengetahui hal tersebut dari petugas gizi. Sebab, pada saat petugas kesehatan menimbang balita tersebut, berat badannya sangat kurang hanya mencapai 7,7 kilogram. Melihat hal tersebut, balita langsung dibawa ke puskesmas untuk diberikan perawatan. Setelah tiga hari, berat badan balita tersebut mengalami kenaikan mencapai sembilan kilogram.

“Saya tahu kasus ini dari petugas bahwa ada gizi buruk. Mendapat informasi tersebut, kami langsung membawanya ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Puskemas akan memperhatikan balita itu agar mendapatkan bantuan pengobatan. “jelas Kami akan memperhatikan masalah penyakit ini,” ujarnya.

Terkait tidak adanya Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk, Ia berharap, pemerintah kelurahan dapat membantunya.

“Warga ini tidak memiliki kartu keluarga, kami harapkan pemerintah kelurahan
bisa membantunya,” tandasnya. (bung)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

Tim Penilai PKK Koltim Lakukan Penilaian di Desa Lalosingi

14 Juni 2024 - 22:27

Pemkab Koltim Fokus Tingkatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi

4 Juni 2024 - 20:21

PT Vale Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Luwu

7 Mei 2024 - 12:17

Peringati Hari Ibu, Sekda Sultra Ajak Semua Pihak Hargai Perjuangan Perempuan

23 Desember 2023 - 07:51

Kelola Sampah secara Terpadu, Antam Gagas Program Momahe

11 Desember 2023 - 17:31

sultrakita.com, Pengelolaan Sampah Antam

Serikat Pekerja PT Antam UBPN Kolaka Bantu Rakyat Palestina

8 Desember 2023 - 17:17

Trending di Terbaru