Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 14 Apr 2025 11:02

Bone Genjot Optimasi Lahan 50 Ribu Hektar, Tingkatkan Produktivitas Pertanian


Bone Genjot Optimasi Lahan 50 Ribu Hektar, Tingkatkan Produktivitas Pertanian Perbesar

SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Pemerintah Kabupaten Bone bersama Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian RI menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Optimasi Lahan (Oplah) tahun anggaran 2025.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone Andi Saharuddin, dihadiri Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP Kementan RI Andi Nur Alamsyah, sebagai bentuk komitmen serius dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Rakor yang digelar di La Teya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone pada Senin (14/4), bertujuan memaksimalkan potensi lahan pertanian di Bone guna meningkatkan produksi padi.

Dengan langkah strategis ini, diharapkan Bone tidak hanya kembali menjadi daerah swasembada pangan, tetapi juga menjadi percontohan bagi kabupaten lain, dalam pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan.

Andi Saharuddin menegaskan, sebagai salah satu kabupaten terbesar di Sulawesi Selatan dengan 27 kecamatan dan 328 desa/kelurahan, Bone memerlukan perhatian khusus untuk mengoptimalkan setiap jengkal lahannya.

“Potensi pertanian kami sangat besar, tetapi butuh pendekatan teknis dan dukungan infrastruktur untuk memastikan produksi padi meningkat signifikan,” ujarnya.

Baca juga :  Dukung Konektivitas, Bupati Wakatobi Teken Mou Penerbangan Super Air Jet Tipe Air Bus A320

Sementara itu Ditjen PSP Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah menjelaskan bahwa Rakor ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, ke Bone beberapa waktu lalu untuk menggenjot produktivitas pertanian di Kabuoaten Bone sebagai percontohan Nasional.

“Bone memiliki keunggulan luar biasa, mulai dari petani yang ulet hingga luas lahan yang sangat potensial. Karena itu, Bone terpilih sebagai salah satu penerima anggaran optimalisasi lahan,” jelasnya.

Dia juga menyoroti perbedaan karakteristik lahan di Bone dibanding daerah rawa.

“Oplah di Bone unik karena didominasi lahan sawah tadah hujan, yang bersinggungan dengan sungai tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Solusinya, kita bisa pasang pompa air untuk memastikan ketersediaan air sepanjang tahun,” paparnya.

Dengan target optimalisasi 50.000 hektar lahan, Pemerintah Pusat dan Daerah berkomitmen untuk,
Meningkatkan irigasi, dengan pemasangan pompa air di lahan tadah hujan, Memperkuat infrastruktur pendukung, seperti jalan usaha tani dan jaringan distribusi air, serta Pemberdayaan petani melalui pendampingan teknologi pertanian modern.

Baca juga :  Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Bone, Bersama Majukan Indonesia

“Jika semua berjalan sesuai rencana, Bone tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” tegas Andi Nur Alamsyah.

Rakor ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan transformasi pertanian Bone. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani diharapkan mampu menghasilkan terobosan yang berdampak jangka panjang.

Dengan dukungan anggaran dan teknologi, diharapkan Bone siap menorehkan sejarah baru sebagai lumbung pangan di Sulawesi Selatan. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 199 kali

Baca Lainnya

Raih Dua Penghargaan, Vale Indonesia Perkuat Ekonomi UMKM Luwu Timur

11 Oktober 2026 - 10:30

BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Melampaui 4 Juta Ton

10 Oktober 2026 - 09:12

Suara Berbeda dari Balambano, Arpa Jaska: Sebagian Besar Warga Justru Dukung Jalur Pipa Minyak PT Vale

9 Oktober 2026 - 19:30

BPJS Ketenagakerjaan Kolaka Ingatkan Waspada Modus Penipuan Klaim JHT

9 Oktober 2026 - 19:25

Vale Indonesia Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Mitra Kerja

9 Oktober 2026 - 18:13

Inflasi Kolaka Capai 4,42 Persen, Bupati Dorong Penguatan Pasokan Pangan

9 Oktober 2026 - 15:15

Trending di Berita Utama