SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Dugaan Penyalahgunaan AAD/DD Desa Kapota oleh Pelaksana Tugas dan Sekretaris Kades Kopota menuai sorotan dari sejumlah Warga.
Pagi Ini,Kamis (15/2), Puluhan Warga Desa Kapota melakukan protes dengan berunjuk rasa di depan Pasar Pagi menuju Kantor Bupati Wakatobi.
Warga kecewa, karena tanpa sepengetahuan warga, alokasi Dana Desa untuk rehabilitasi jalan tani, dia alihkan untuk pembuatan perahu nelayan.
Tidak hanya itu, alokasi dana untuk lansia yang bersumber dari APBdes senilai 6 Juta rupiah juga ‘disunat’. Sebanyak 80 lansia penerima bantuan makanan bergizi itu, hanya mendapat satu kaleng susu kental manis tiap orang.
Arsyat, salah seorang warga Desa Kapota, menyebutkan Kedatangan masyarakat ingin menyampaikan terkait dugaan penyalahgunaan APBDes Desa Kapota tahun 2017 untuk rehabilitasi jalan dan bantuan makanan bergizi bagi lansi. Ia juga meminta agar Bupati segera mempertimbangkan untuk mengganti Pelaksana Kades Kapota.
“Tolong disampaikan ke Pak Bupati, agar segera mengganti Plt. kades Kapota, kami menginginkan Pelaksana yang lebih mengerti masyarakat di Kapota”, pinta Arsyat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, La Ode Husnan mengaku mengapresiasi kedatangan warga Desa Kapota untuk menyampaikan dugaan penyalahgunaan anggaran di Desa Kapota.
“Kami akan menindaklanjuti apakah kewenangannya sudah sesuai prosedur atau tidak, jika tidak sesuai tidak menutup kemungkinan akan diganti dan jika melanggar aturan silahkan diproses hukum”, kata Husnan saat menerima pengunjukrasa.
Unjuk Rasa puluhan warga Desa Kapota di Kantor Bupati Wakatobi terkait dugaaan penyalahgunaan wewenang oleh pelaksana Kades Kapota, Abdul Hanas.
APBDes Desa Kapota yang diduga diselewengkan yaitu dana pembangunan jalan Desa Kapota, sebesar 165 juta rupiah, dana ini diduga dialihkan oleh Plt. Kades Kapota, Abdul Hanas, untuk pembuatan perahu fiber. Tidak hanya itu, bantuan pengadaan makanan bergizi untuk 80 orang lansia juga diduga diselewengkan oleh Plt Kades Kapota. (Man)






