Menu

Mode Gelap

Terbaru · 5 Mar 2021 16:57 WITA

Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu Mendukung Program Padat Karya Pertanian di Sulawesi Tenggara


 Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu Mendukung Program Padat Karya Pertanian di Sulawesi Tenggara Perbesar

SULTRAKITA.COM, BOMBANA – Badan Litbang Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu, dalam rangka mendukung Program Padat Karya Pertanian Di Kabupaten Bombana.

Acara Bimtek di laksanakan di Kantor Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kabupaten Bombana, Kabid Perkebunan, Kabid Penyuluhan, Kades Lantari Jaya, Direktur Kemitraan Bidang Plasma PT Jhonlin Batu Mandiri, Penyuluh Pertanian Bombana dan Petani Tebu. Kegiatan Bimtek ini, diikuti sebanyak 40 orang peserta berasal dari beberapa kelompok tani tebu di Kabupaten Bombana (05/03/2021).

Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Pengembangan pembangunan pertanian di masa mendatang perlu memberikan perhatian yang khusus terhadap penyuluhan pertanian, karena penyuluhan pertanian merupakan salah satu kegiatan yang strategis dalam pengelolaan tujuan pembangunan pertanian.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPTP mewakili Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara, Ir. Yusuf, M.Si, dalam menyampaikannya, kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian, yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian khususnya pada varuetas unggul dan budidaya tanaman tebu.

“Kegiatan ini merupakan amanat Presiden yang disampaikan kepada Kementerian Pertanian untuk menyampaikan kejajarannya untuk turun kelapangan ketemu dengan pejuang tani dalam rangka pemulihan dan penumbuhan ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid 19”, lanjut Ir. Yusuf, M.Si

Sambung Yusuf, arah pengembangan pertanian saat ini yaitu pertanian maju, mandiri dan modern. Pemberdayaan masyarakat sangat penting, terutama untuk pengembangan tanaman tebu dibutuhkan kompetensi petani yang cukup dalam teknis budidaya.

“Tanaman tebu merupakan salah satu tanaman strategis, yang mempunyai prospek pengembangan perkebunan kedepan karena kebutuhan gula nasional. Saat ini, masih kurang sehingga melakukan import dari Negara lain. Untuk kedepannya sistem pertanian kita akan menuju pertanian koorporasi”,  tandasnya.

Sebelum menutup acara bimtek tebu, Ir. Yusuf, M.Si berharap, peserta Bimtek di Kabupaten Bombana, dapat terus meningkatkan semangat dan mau melakukan inovasi demi kemajuan pertanian serta kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Siarah, M.Si menjelaskan, di Kabupaten Bombana masih banyak lahan tidur, yang belum dimanfaatkan. Sehingga potensi tebu dapat membuka usahatani yang baru, untuk menjadi peluang dalam pengembangan tebu.

” Dalam acara ini, kita kedatangan perwakilan dari PT Jhonlin Batu Mulia yang dapat memberikan sinergi untuk petani tebu. Dalam budidaya tanaman tebu, dapat memberikan informasi mengenai kultivar unggul, dan pengelolaan budidaya tebu. Kehadiran pabrik gula di Kabupaten Bombana ini menjadikan banyak masyarakat disekitar yang menjadi pekerja diperusahaan,” bebernya.

Oleh karena itu,  sambung Siarah, pengembangan tebu perlu di lakukan bimbingan teknis budidaya tebu, sehingga dengan adanya narasumber saat ini hadir membawakan materi mengenai tebu untuk dapat diikuti oleh peserta yang hadir, “Ujar Kadis Pertanian Bombana.

” Adapun materi disampaikan oleh peneliti Balitbangtan BPTP Sultra meliputi pengenalan inovasi teknologi budidaya tebu oleh Ir. Agusalim, MP.  Penggunaan varietas unggul tebu merupakan salah satu titik ungkit untuk peningkatannproduksi hingga 23-46%. Varietas Unggul Baru Tebu dari Litbang saat ini yang memiliki nilai produktivitas  sekitar 127-136 ton/ha dengan rendemen 7,5-10 persen, hablur 9,9-10,2 ton/ha dan kadar serat 14 persen yaitu variietas PSMLG1 Agribun dan PSMLG2 Agribun. Adapun selain varietas,  inovasi system tanam, pemupukan, kebutuhan air, pengendalaian hama dan penyakit menjadi factor penentu pertumbuhan  tanaman tebu,” tuntasnya.

Diakhir diskusi, Kepala BPP Lantari Jaya Mustari, SP terima kasih, kepada Balitbangtan BPTP Sultra yang telah menyelenggarakan kegiatan bimtek di wilayahnya. Kegiatan pertanian khususnya diwilayah Lantari Jaya, tetap berjalan dan berproduksi walaupun ditengah pandemi Covid -19.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, petani dapat memuat inovasi teknologi pertanian yang disampaikan oleh narasumber, sehingga dapat meningkatkan produktivitas usahatani tanaman tebu” tutup Mustari. (Adm).

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Asrun Lio Jabat Plh Sekda Sultra

6 April 2022 - 19:21 WITA

Jadwal Kapal Tertunda, Penumpang Cantika Lestari 8F Demo KSOP Kendari

10 Maret 2022 - 22:58 WITA

1.117 Napi Beragama Hindu dapat Remisi

3 Maret 2022 - 15:18 WITA

Pelatihan Pengambilan Sampel PCR Covid-19 Digelar Dinkes Kolaka

16 Februari 2022 - 15:07 WITA

Sekda Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemda Kolaka

2 Februari 2022 - 15:21 WITA

Muna Barat Jalin Kerjasama Pengembangan Inovasi Teknologi Pertanian

2 Juli 2021 - 07:11 WITA

Trending di Terbaru
error: Content is protected !!