Menu

Mode Gelap

Terbaru · 5 Jun 2017 21:02

Dua Desa Dilanda Banjir, Satu Warga Meregang Nyawa


Dua Desa Dilanda Banjir, Satu Warga Meregang Nyawa Perbesar

SULTRAKITA.COM, BURANGA

Banjir kembali  melanda Kabupaten Buton Utara (Butur). Kali ini terjadi di Kecamatan Kulisusu Barat, Senin (5/6) lalu. Dua desa Lambale dan Kotawo terendam banjir, setelah sungai dekat pemukiman warga meluap. Tak hanya merendam  ratusan rumah, derasnya arus banjir menyebabkan satu warga Desa Lambale,  Abdul Gani (70) meregang nyawa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton Utara, Yurlif Halir menuturkan,  korban menghembuskan nafas terakhir akibat tergelincir dari tangga rumahnya dan jatuh saat banjir datang melanda dengan  ketinggian air mencapai 2 meter. Saat itu korban hendak mengangkut barang berharganya untuk dipindahkan ke balai Desa yang tak  jauh dari kediaman korban.

“Rumah korban kan rumah panggung. Saat banjir mulai naik di atas rumah, korban langsung bergegas mengangkut barang. Namun, pada saat turun dari tangga, korban terpeleset dan jatuh di bawah rumahnya saat itu ketinggian  banjir mencapai 2 meter. Kerasnya benturan menyebabkan korban tenggelam.   Disisi lain kondisi korban yang telah lanjut usia sehingga tak mampu menyelamatkan diri, “Kata Kepala BPBD Butur Yulif Halir ungkapnya kemarin.

Baca juga :   Jalani Vaksinasi, Ridwan Zakaria Imbau Warga Butur Tak Ragu

Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi di dua desa tersebut terjadi akibat luapan kali Kotawo.

Informasi yang diperoleh,  banjir terjadi sekitar Minggu malam pukul 21.00 wita dengan ketinggian air 2 sampai 4 meter. Saat adanya informasi, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga dengan menggunakan perahu karet.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiagaan Bencana Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPBD) Butur,  La Ode Husima mennambahkan, akibat banjir yang merendam Desa lambale dan desa Kotawo menyebabkan  200 kepala keluarga mengungsi.

“Kondisi teranyar, air sudah mulai surut. Kendati demikian, masih ada warga yang  bertahan di tempat pengunsian darurat digunakan masyarakat yakni masjid dan balai desa,” timpal La  Ode Husima. (Arn)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kampanye Narasi Keberlanjutan, PT Vale Tegaskan Komitmen Good Mining Practices dan Keterbukaan Informasi Lewat Uji Kompetensi Wartawan

3 Februari 2026 - 21:13

PT Vale IGP Pomalaa Dorong Nilai Tambah Kakao Melalui Pelatihan Pengolahan di Desa Silea

2 Oktober 2025 - 12:02

Meriahkan HUT RI, Dispora Kolaka Gelar Lomba Tarik Tambang

14 Agustus 2025 - 19:21

Diduga Ada Unsur Kesengajaan, Bakar Sampah Jadi Teror Ke Tetangga di Bukaka

12 Agustus 2025 - 06:58

BPBPK Sultra Tinjau Langsung Lokasi Pembangunan SPAM IKK Ladongi

1 Agustus 2025 - 18:15

Pengurus Baru Dilantik, PGRI Kolaka Berjuang Tingkatkan Kualitas Pendidikan

24 Juli 2025 - 15:27

Trending di Berita Utama