SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Andi Asman Sulaiman menghadiri Kuliah Tamu yang digelar Universitas Andi Sudirman (Uniasman), Rabu (11/9). Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bone ini membeberkan potensi Pertanian di Kabupaten Bone.
Kuliah Tamu digelar di Aula Kampus Uniasman, dihadiri Ratusan Mahasiswa Baru (Maba) dari Fakultas Hukum dan Politik, serta Mahasiwa Fakultas Sains dan Kesehatan Uniasman.

Pada kesempatan tersebut, peraih Satyalencana Karya Satya X dari Presiden RI pada tahun 2023 ini berbagi wawasan tentang pentingnya memahami potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Bone, terutama dalam sektor tanaman pangan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Andi Asman Sulaiman menjelaskan, Kabupaten Bone memiliki potensi besar di sektor Padi dengan luas tanam mencapai 141.441 hektar pada tahun 2023 dan hasil produksi sebesar 987.677 ton.
“Kabupaten Bone menjadi dan salah satu daerah penghasil padi yang signifikan di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Beberapa komoditas lain yang juga menjadi unggulan, yaitu Jagung dan tanaman hortikultura seperti Cabe dan Bawang Merah.
Tanaman Jagung memiliki luas potensi lahan sekitar 60.000 hektar dan produksi mencapai 550.000 ton per tahun, komoditas ini diharapkan bisa
menjadi sumber ekspor baru bagi daerah tersebut.
Selanjutnya Bawang Merah seluas 300 hektar menghasilkan 2.590 ton pada tahun 2022 dan cabe yang ditanam di lahan seluas 367 hektar menghasilkan 1.356 ton.
“Sejak tahun 2020, tanaman kol mulai dikembangkan di dataran rendah oleh petani di Desa Manciri, Kecamatan Ajangale,” kata Andi Asman.
Andi Asman menekankan penting inovasi di sektor pertanian berbasis Pedesaan, seperti Inovasi seperti Mandiri Benih, perubahan pola pikir petani dari sistem tanam hambur langsung ke sistem tanam pindah, hingga penggunaan Kartu Tani untuk menebus pupuk subsidi telah memberikan dampak positif.
“Beberapa program lain seperti UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan), Program YESS (Petani Milenial), dan Family Farming terus didorong untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Bone,” pungkasnya. (WRD)






