Menu

Mode Gelap

Terbaru · 22 Apr 2021 12:22

Hari Rawat Bumi 22 April: Eksploitasi Alam Semakin Meningkat, Keseimbangan Lingkungan Menurun


 Hari Rawat Bumi 22 April: Eksploitasi Alam Semakin Meningkat, Keseimbangan Lingkungan Menurun Perbesar

SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Bumi adalah tempat tinggal kita dan apapun yang kita perbuat harus memiliki keseimbangan terhadap alam, jika MENGEKSPLOITASI ALAM, di Wajibkan untuk memperbaikinya.

Berkaitan dengan visi misi Pemerintahan Kabupaten Wakatobi tentang tiga leading sektor yakni, Perikanan Kelautan, Pariwisata dan Ketahanan Pangan.

Untuk itu kita harus benar-benar menjaga Laut agar karang tidak rusak dari pemboman dan potas, menjaga penimbunan raksasa.

Membangun kepariwisataan alam tanpa merusak lingkungan, pariwisata yang berbasis masyarakat agar masyarakat mendapatkan penghasilan dari dunia kepariwisataan, icon-icon spot wisata yang ramah lingkungan tanpa sentuhan beton, menanggulangi sampah plastik yang tersebar diseluruh wilayah, baik darat, laut dan pesisir serta memberikan solusi terhadap galian-galian di daratan akan diperbaiki seperti apa nantinya.

Dan peningkatan Ketahanan Pangan harus adanya lahan produksi dari beragam jenis pangan menjadi daerah yang produktif. Tentunya eksploitasi alam dalam skala besar harus berawal dari sosialisasi kepada masyarakat agar pembangunan infrastruktur tidak merusak alam secara berlebihan yang pada ahirnya meninggalkan jejak atau penampakan daratan tanah pulau yang terkuras, dari warna hijau (pepohonan) menjadi lahan tandus.

Baca juga :   ZAKARIA: PENGADAAN MESIN AIR KEWENANGAN PU, BUKAN PDAM

Anggota Komunitas Pecinta Alam (Kompas) Tomia, menelusuri area bukit diwilayah Tomia Timur yang masih terdapat bekas galian raksasa seluas perkiraan lapangan bola kaki yang masih dibutuhkan solusi untuk menanggulanginya, karena keseimbngan alam semakin menurun, maka pemanasan global akan semakin memperparah tempat tinggal kita.

Komunitas Katutura pada bidang Hedongka Project seringkali melakulan aksi tentang penanggulangan sampah plastik di area pesisir pantai Hondue, Desa Kollosoha, Kecamatan Tomia, sampai saat ini (2021) belum juga adanya tindakan terhadap penanganan sampah plastik tersebut. Selain itu, di tahun 2021 ini juga sudah mulai berkembang spot-spot Kedai Kopi yang memperlihatkan penampakan puntung rokok dan Tempat Pembungan Sampah masih belum juga ditetapkan lokasinya atau solusinya.

Untuk jejak pergerakan komunitas Green Tomia Plastic Free Tomia yang beranggotakan beberapa perempuan yang bergerak dibidang lingkungan tentang sampah plastik selalu mendukung keseimbangan lingkungan. Seperti halnya juga dengan komunitas Zona Literasi yang bergerak dibidang Pendidikan dan Lingkungan. Tentunya dari komunitas-komunitas tersebut, diharapkan adanya perhatian dari Pemerintah untuk memperdayakan mereka-mereka yang betul-betul memperhatikan lingkungan yang kita tempati ini, jangan hanya ditonton.

Baca juga :   Update Covid-19 RI, Sabtu 23 Mei: Ada Penambahan 949 Kasus Positif

“Mari bekerjasama atau saling bermitra untuk keseimbangan alam. Selamat Hari Rawat Bumi 22 April 2021, yang diperingati secara serentak setiap tahunnya.”

Penulis: La Ode Ali Hanafi  ( Volunteer Lingkungan)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya

Tim Penilai PKK Koltim Lakukan Penilaian di Desa Lalosingi

14 Juni 2024 - 22:27

Pemkab Koltim Fokus Tingkatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi

4 Juni 2024 - 20:21

PT Vale Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Luwu

7 Mei 2024 - 12:17

Peringati Hari Ibu, Sekda Sultra Ajak Semua Pihak Hargai Perjuangan Perempuan

23 Desember 2023 - 07:51

Kelola Sampah secara Terpadu, Antam Gagas Program Momahe

11 Desember 2023 - 17:31

sultrakita.com, Pengelolaan Sampah Antam

Serikat Pekerja PT Antam UBPN Kolaka Bantu Rakyat Palestina

8 Desember 2023 - 17:17

Trending di Terbaru