SULTRAKITA.COM, Kolaka – Di balik semarak perayaan hari jadi yang ke-57, PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka menunjukkan bahwa keberlanjutan tak hanya wacana tapi tindakan nyata. Dengan mengusung tema “Strengthening the Core, Building the Future”, peringatan tahun ini menjadi simbol semangat baru untuk menghadapi tantangan yang dengan pola pikir yang adaptif agar ANTAM dapat terus tumbuh dan bertansformasi untuk masa depan ANTAM.
Sejak pagi, lapangan Panggung Terbuka Pomalaa (PATEPO) telah dipadati oleh ratusan orang, pegawai, keluarga besar ANTAM, serta tamu undangan yang hadir dengan semangat cerah. Acara diawali dengan senam bersama, menyatukan semangat kebersamaan dalam gerakan ritmis yang menggugah energi positif.

Setelah senam, peserta melakukan jalan santai mengelilingi kompleks perumahan ANTAM sambil membawa kantong plastik. Tujuannya memungut sampah rumah tangga yang kerap luput dari perhatian. Plastik bekas, botol kosong, hingga daun-daun kering dikumpulkan sepanjang perjalanan, membuktikan bahwa kesadaran lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil dan menyenangkan.
Setibanya di lokasi akhir, sampah yang terkumpul tak langsung dibuang begitu saja. Panitia melakukan proses pemilahan dan penimbangan memisahkan antara organik, anorganik, serta limbah bernilai ekonomis. Bagi ANTAM, ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari kampanye berkelanjutan untuk mengedukasi dan melibatkan seluruh ekosistem perusahaannya.

General Manager PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka, Muhidin, menegaskan bahwa semangat perubahan dimulai dari internal perusahaan dan seluruh keluarga besar.
“Kami sudah memulai dari internal seluruh fasilitas ANTAM kini menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik di semua fasilitas serta mengurangi penggunaan sampah plastik dari minuman dan makanan kemasan sekali pakai,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen lebih lanjut, ANTAM juga menggandeng komunitas Nabung Sampah (Nampah) kelompok lokal yang giat mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. Kolaborasi ini bukan hanya soal penanganan sampah, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi sirkular yang berbasis nilai dan edukasi.
Kegiatan ini menjadi relevan di tengah persoalan mendesak soal sampah harian dan keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir. Setiap individu baik sebagai bagian dari keluarga maupun masyarakat luas memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. ANTAM menyadari, perubahan tak bisa hanya bergantung pada sistem, melainkan juga kesadaran kolektif. (bak)






