SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Bagi anda penikmat festival budaya, patut berkunjung ke Desa Patuno Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi (19 Agustus), tepatnya di Pantai Molii Sahatu (Pantai Seratus Mata Air).
Di tempat itu akan digelar Festival Benteng Tindoi Maleko 2019. Salah festival budaya khas Wakatobi itu bakal dimeriahkan berbagai prosesi adat, salah satunya Hesofui Bijajari atau Mandi Bidadari.
Hesofui Bijajari diilhami dari nama salah satu pantai di Desa Patuno, yaitu Pantai Molii Sahatu. Dahulu kala di tempat itu, konon merupakan tempat mandinya para bidadari (bunga-bunga desa). Cerita ini masih dipercaya masyarakat setempat hingga saat ini.
Konsep Hesofui Bijajari dalam Festival Benteng Tindoi Maleko 2019, dikemas dalam bentuk Mandi Safar atau dikenal di masyarakat dengan sebutan Hesofui Safara.
Menurut Camat Wangi-wangi Sahibuddin Najib, pihaknya sengaja menghadirkan Hesofui Bijajari untuk menarik minat bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke Festival.
“Ya, rencana akan diikuti 20 orang gadis dari setiap desa/kelurahan se-kecamatan wangi-wangi dan kemasannya kita akan star awal dari Mesjid Raya Patuno. Prosesnya kita laksanakan sesuai Syariat Islam dalam bentuk Mandi Safar,” ungkap Sahibuddin.
Disamping Hesufui Bijajari, Festival Benteng Tindoi Maleko 2019 akan dimeriahkan Hejari Kampo (pasang jaring massal) di pesisir pantai Wandoka, melibatkan seluruh masyarakat pesisir.
“Diharapkan kepada seluruh peserta tunga( mencari ikan), mereka mengunakan humbu (tempat ikan terbuat dari daun kelapa)dan pakai toru (topi khas Wakatobi). Kita harapkan ada juga perputaran ekonomi di dalamnya, tutup Sahibuddin.
Event lain yang tak kalah menarik yaitu Kabuenga dan Prosesi adat Tungi Dupa atau doa bersama meminta keselamatan bagi masyarakat Wakatobi. (Man)






