SULTRAKITA.COM, KOLAKA TIMUR – Kebakaran lahan dan kawasan hutan pinus di perbatasan Desa Talodo, Kecamatan Lalolae, dan Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, menghanguskan sekitar enam hektare lahan. Proses pemadaman yang melibatkan tim gabungan berlangsung hingga Rabu (3/11/2026) dini hari.
Kapolres Kolaka Timur, AKBP Tinton Yudha Riambodo turun langsung memimpin personel kepolisian bersama tim gabungan untuk memadamkan api yang mulai diketahui pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Informasi kebakaran pertama kali diterima piket Polsek Lalolae dari masyarakat dan Kepala Desa Talodo, Aprisan S., melalui pesan WhatsApp. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Lalolae langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal.
Kapolsek Lalolae Ipda Achmad, mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur.
“Pak Desa WA piket penjagaan sehingga anggota langsung ke lokasi kejadian. Kemudian saya berkoordinasi dengan Damkar dan BPBD Kabupaten Kolaka Timur,” terang Achmad.
Upaya pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 15.00 WITA dengan melibatkan personel Polres Kolaka Timur, Polsek Lalolae, Damkar Kolaka Timur, BPBD Kolaka Timur, aparat Desa Talodo, serta masyarakat setempat.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Kondisi tebing yang tinggi, sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran, serta banyaknya ranting pohon yang mudah terbakar menyulitkan petugas menjangkau dan mengendalikan api.
Untuk memperkuat upaya pemadaman, dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Hasilnya, tim Damkar dan BPBD Kabupaten Kolaka tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WITA dan bergabung dengan tim gabungan.
Setelah berjibaku selama berjam-jam, proses pemadaman akhirnya berakhir pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 04.30 WITA dini hari.
Terkait penyebab kebakaran, Kapolsek Lalolae menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Achmad juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api dan menyebabkan kebakaran meluas.
“Saya mengimbau kepada warga untuk bersama-sama mengantisipasi kebakaran mengingat musim kemarau,” katanya.
Ia menegaskan, keterlibatan personel kepolisian bersama unsur pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan kebakaran merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan warga sekaligus melindungi kelestarian lingkungan. (rls/bak)






