Menu

Mode Gelap

Terbaru · 12 Jun 2019 04:29

Kunjungi Sultra, Mensos Serahkan Bantuan Rp3 M Untuk Korban Banjir dan Bencana Sosial


 Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan dana secara simbolis kepada Gubernur Sultra Ali Mazi didamping Danrem 143/ Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto Perbesar

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan dana secara simbolis kepada Gubernur Sultra Ali Mazi didamping Danrem 143/ Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto

SULTRAKITA.COM, KENDARI – Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau salah satu lokasi banjir di kota Kendari. Dalam kunjungannya di Sulawesi Tenggara (Sultra), Mensos menyerahkan bantuan secara simbolis senilai Rp 3.727. 686.625 terdiri dari bantuan penanganan bencana alam sebesar Rp 1. 534. 337. 000 dan bantuan penanganan konflik sosial Rp2. 193. 349. 625 secara simbolis yang diterima langsung Gubernur Sultra Ali Mazi di aula Korem 143 Halu Oleo Rabu (12/6).

Mensos RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bantuan yang diberikan saat ini merupakan tahap awal. Pihaknya akan kembali menyalurkan bantuan untuk korban banjir.

“Ini merupakan bantuan awal, apabila masih ada tambahan kebutuhan diperlukan, bisa menyampaikan kepada kami,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diberikan Danrem 143 Halu Oleo sebanyak 185 unit rumah di kabupaten Konawe Utara hanyut akibat banjir. Jadi meskipun usulannya belum dilengkapi, Kemensos akan tetap memberikan bantuan. Adapun bantuan yang akan diberikan senilai Rp 2,5 miliar.

“Dalam pemaparan kami terima, Danrem 143 Halu Oleo mngatakan bahwa ada 185 rumah yang rusak. Kami akan memberikan bantuan senilai Rp 2,5 miliar untuk bantuan rumah yang hanyut banjir, jadi masing – masing yang diberikan sebesar Rp 15 juta,” paparnya.

Baca juga :   Real Madrid Diklaim Hampir Dapatkan Kepa

Ia mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin atas bencana yang melanda Sultra, karena tidak hanya bencana alam namun juga bencana sosial yang terjadi di kabupaten Buton.

“Saya ini mendengar berita terjadinya bencana ketika sedang umroh. Jadi saya tidak tenang. Apalagi bukan hanya bencana alam tapi juga bencana sosial. Jadi yang saya sampaikan, kita harus memberikan perhatian serius, terhadap konflik di Buton dan bencana alam di Konawe Utara (Konut).

“Bencana sosial suatu hal berbeda. Kami sudah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi. Jadi ada program di Kemensos yakni Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal, untuk mengatasi masalah konflik sosial yang sedang terjadi di Kabupaten Buton,” jelasnya.

Dalam program Keserasian Sosial, lanjut Agus Gumiwang Kartasasmita, Kemensos akan melibatkan ahli psikolog untuk menggali informasi terkait konflik antar dua desa di kabupaten Buton. Setelah itu akan dibuatkan sebuah monumen sebagai bukti komitemen antar dua desa yang konflik.

“Kita akan libatkan mediator, ahli psikolog untuk menggali apa yang menjadi akar masalahnya. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kembali,” paparnya.

Baca juga :   5 Android yang Memiliki RAM 6 GB Terbaik dengan Harga 2 Jutaan

Ia menjelaskan, program mediasi ini sudah dilakukan di beberapa daerah. Misalnya di kabupaten Luwuk Utara. Warga di Luwuk Utara bisa hidup harmonis.

“Jadi semoga dengan program ini ada semacam bentuk simbol atau lambang, dan juga tugu, serta balai warga bisa digunakan kesenian. Tapi yang pasti apapun jadi kesepakatan merupakan simbol dari berbagai pihak untk dijadikan dasar agar bisa hidup secara harmonis,” terangnya.

Agus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sultra, Pemerintah Kota Kendari, Danrem, Danlanal, BNPB BASARNAS, Tagana karena banyak membantu.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, Sultra sedang terjadi banjir, tanah longsor dan konflik sosial di sejumlah daerah yakni di Konawe Utara (Konut), Konawe, Kolaka Timur dan Kendari. Adapun kondisi daerah paling parah terjadi di Kabupaten Konawe Utara dengan terisolasinya lima kecamatan, akibat putusnya jalur transportasi Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Hal ini disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi sejak pertengahan Mei 2019.

“Memang saat ini ada beberapa rumah rusak, akibat air yang meluap. Namun banjir yang paling parah di Konut. Sehingga kami menetapkan posko banjir di Korem. Jadi apapun bantuan baik dari pusat akan di pusatkan di Korem,” jelasnya.

Baca juga :   Wakatobi Butuh Tambahan 1000 PNS di 2018

Ia menjelaskan, upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan Provinsi Sulawesi Tenggara berupa penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir. Selain itu, pendirian shelter dan evakuasi warga.

Ia menjelaskan, adapun konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Buton disebabkan adanya pertikaian antara warga desa Gunung Jaya dan Sampobalo yang mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan korban meninggal dunia.

” Saat ini kondisi dilokasi konflik sudah kondusif berkat pengamanan yang dilakukan oleh TNI dan Polri serta Mediasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi, Daerah serta Kementerian Sosial.

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan bantuan santunan ahli waris kepada kedua korban konflik sosial yang terjadi di Buton sekitar Rp. 15.000.000,kepada masing-masing ahli waris,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Ali Mazi, Pemerintah provinsi juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dalam penanganan banjir yang melanda Konut.
(Bung)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Pemkab Koltim Fokus Tingkatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi

4 Juni 2024 - 20:21

PT Vale Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Luwu

7 Mei 2024 - 12:17

Peringati Hari Ibu, Sekda Sultra Ajak Semua Pihak Hargai Perjuangan Perempuan

23 Desember 2023 - 07:51

Kelola Sampah secara Terpadu, Antam Gagas Program Momahe

11 Desember 2023 - 17:31

sultrakita.com, Pengelolaan Sampah Antam

Serikat Pekerja PT Antam UBPN Kolaka Bantu Rakyat Palestina

8 Desember 2023 - 17:17

PT Vale Raih CSA Awards 2023 Kategori The Best Materials Sector on the Main Board

24 November 2023 - 14:15

CSA Award
Trending di Terbaru