SULTRAKITA.COM, Kolaka – Sebanyak 23 pekerja hiburan malam di Desa Pelambua, Kecamatan Pomalaa, mengikuti pemeriksaan HIV, Sifilis, Hepatitis C, serta deteksi penyalahgunaan NAPZA dalam operasi kesehatan terpadu yang digelar Kamis malam (13/11). Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WITA dan menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyakit menular di wilayah industri.
Aksi lapangan ini melibatkan PT Vale IGP Pomalaa, Pemerintah Desa Pelambua, Puskesmas Pomalaa, BNN Kolaka, serta unsur TNI dan Polri. Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga menerima penyuluhan mengenai risiko infeksi menular seksual.
Sr. Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, Aditya Hafria Vanani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari ESG Promkes – Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya, yang menyasar kelompok dengan tingkat kerentanan tinggi.
“Kami dari PT Vale memberikan penyuluhan tentang bahaya HIV kepada kelompok berisiko seperti pekerja hiburan malam,” katanya.
“Sementara pihak Puskesmas dan BNN melakukan pemeriksaan langsung sebagai langkah pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS.”
Aditya menambahkan, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka setelah menerima edukasi.
Sementara, Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Alriyani Hamzah, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut mendukung target layanan kesehatan masyarakat, terutama untuk kelompok yang jarang tersentuh layanan formal.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah desa dalam pencegahan penyakit menular seperti HIV, Hepatitis, dan TBC.
Kegiatan ini sangat membantu kami menjangkau kelompok yang sulit terakses layanan kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap program ini dapat menjadi agenda rutin dan diperluas cakupannya.
Hal serupa diutarakan kepala desa Pelambua, Rasdi Sambolangi, Rasdi menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kolaborasi lintas lembaga di tingkat desa.
“Sasaran malam ini memang pekerja hiburan malam, tapi ke depan akan diperluas ke masyarakat umum,” jelasnya.
Menurut Rasdi, kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja bersama antara desa, lembaga kesehatan, aparat keamanan, dan perusahaan industri mampu memberikan dampak kesehatan masyarakat yang lebih terasa.
Program “Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya” menjadi bagian dari komitmen PT Vale Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor kesehatan masyarakat. Melalui ESG Health Promotion, PT Vale terus menggandeng pemerintah dan komunitas lokal untuk memperkuat pencegahan penyakit menular.
Aksi di Pelambua menjadi contoh sinergi yang langsung menyasar kelompok berisiko dan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat di kawasan industri Pomalaa. (bak)






