SULTRAKITA.COM, BUTON TENGAH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka yang bertugas di Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, memaparkan sejumlah program kerja yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan pengelolaan lingkungan dalam Seminar Program Kerja, Selasa (21/7/2026).
Seminar yang berlangsung di Desa Lolibu tersebut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ramad Arya Fitra, S.Pi., M.Si., aparat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, kepala sekolah, pelaku usaha kepiting, Karang Taruna, serta warga setempat.
Dosen Pembimbing Lapangan, Ramad Arya Fitra, mengatakan seminar menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk memaparkan program kerja yang telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat Desa Lolibu.
“Tiga program utama yang dipaparkan meliputi pendataan dan pemetaan desa, fabrikasi alat pengolah limbah cangkang rajungan menjadi tepung pakan ternak, serta uji coba briket skala kecil berbahan limbah kulit jambu mete,” ujar Ramad.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang sebagai solusi terhadap persoalan limbah cangkang rajungan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Selain program utama, mahasiswa KKN juga memperkenalkan sejumlah program pendukung, antara lain edukasi kewaspadaan terhadap keracunan kerang (red tide), pelatihan literasi komputer, kegiatan kebersihan lingkungan, serta bantuan mengajar di sekolah.
Dalam sesi diskusi, aparat desa dan masyarakat memberikan berbagai masukan terhadap rencana kegiatan yang dipresentasikan. Pelaku usaha kepiting secara khusus menyambut baik gagasan pemanfaatan limbah cangkang rajungan karena dinilai berpotensi mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis.
Seluruh program yang dipaparkan memperoleh dukungan dan persetujuan dari pemerintah desa serta masyarakat untuk dilaksanakan selama masa KKN berlangsung.
Ramad berharap sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan program yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Desa Lolibu.(bak)







