SULTRAKITA.COM, Kolaka – Pembangunan nursery (persemaian) milik PT Vale Indonesia di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, terus menunjukkan progres signifikan. Nursery dengan Kapasitas produksi bibit 700 ribu hingga juta tanaman per tahun berdiri diatas lahan seluas 4,62 hektar yang merupakan hibah dari Pemda Kolaka. dengan
Nursery IGP Pomalaa juga menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap program Pemerintah Daerah Kolaka dan telah terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka. Dengan hadirnya Nursery modern itu, PT Vale tidak hanya menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, tetapi juga memperkuat peran perusahaan dalam mendukung reklamasi berkelanjutan dan konservasi hayati di Bumi Sorume.
Junior Reclamation & Revegetation Engineer, Delwin mengatakan, nursery tersebut dirancang tidak hanya sebagai pusat produksi bibit untuk rehabilitasi lahan bekas tambang, tetapi juga sebagai learning center untuk edukasi lingkungan, riset, dan pelatihan. Di dalamnya terdapat laboratorium kultur jaringan, rumah pembibitan, rumah kecambah, serta fasilitas adaptasi dan pemeliharaan tanaman.
“Selain untuk kebutuhan internal PT Vale, nursery ini membuka peluang bagi perusahaan lain di wilayah ini yang membutuhkan bibit untuk melaksanakan program reklamasi. Kami juga membuka kesempatan untuk masyarakat, mahasiswa, dan pelajar yang ingin belajar atau magang di fasilitas ini,” katanya.
Delwin menjelaskan, jenis bibit yang dikembangkan meliputi tanaman endemik Sulawesi, seperti kayu kuku, kayu kelapa, kayu besi, dan kayu boneka. Di samping itu, akan ditanam pula jenis-jenis tanaman reklamasi seperti sengon, ketapang, johar, dan kayu angin. Nursery ini juga menyiapkan tanaman buah (mangga, jambu mentega, dan rambutan) serta tanaman hias khas Kolaka, seperti anggrek sorume, bunga sepatu, dan kuncup merah.
Terkait progress konstruksi pembangunan nursery, kata Delwin hingga akhir Juli 2025, telah mencapai sekitar 50 persen, meliputi pengadaan material, pekerjaan struktur, dan fasilitas pendukung seperti sistem irigasi dan sumber air. Fokus saat ini adalah penyelesaian konstruksi rumah kaca (greenhouse) dan rumah adaptasi tanaman.
“Dari sisi engineering, desain dan kebutuhan teknis sudah lengkap. Kini kita fokus ke pekerjaan lapangan agar seluruh fasilitas siap digunakan saat target operasional nanti,” pungkasnya. (bak)






