Menu ✖

Mode Gelap

Terbaru ยท 4 Nov 2026 16:50

PC PMII Kolaka Apresiasi Langkah Pemkab Kolaka Tetapkan 19 November Sebagai Hari Kebudayaan Mekongga Pertama


 PC PMII Kolaka Apresiasi Langkah Pemkab Kolaka Tetapkan 19 November Sebagai Hari Kebudayaan Mekongga Pertama Perbesar

SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Kolaka, Bhakti Eki Permadi, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka yang menetapkan tanggal 19 November 2026 sebagai peringatan Hari Kebudayaan Mekongga pertama.

 

Menurut Bhakti Eki, penetapan Hari Kebudayaan Mekongga merupakan langkah penting dan memiliki makna strategis dalam upaya menjaga, merawat, serta memperkuat eksistensi kebudayaan dan kearifan lokal di Kabupaten Kolaka. Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas kolektif yang membentuk karakter, nilai, dan jati diri masyarakat.

 

Ia menilai bahwa di tengah perkembangan zaman, modernisasi, serta perubahan sosial yang begitu cepat, pelestarian budaya lokal harus menjadi perhatian bersama. Sebab, kemajuan suatu daerah tidak semestinya membuat masyarakat kehilangan akar sejarah, tradisi, dan nilai-nilai kebudayaan yang telah diwariskan oleh para leluhur.

 

Lebih lanjut, ia berharap penetapan Hari Kebudayaan Mekongga tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan perayaan tahunan semata.

“Momentum ini perlu ditindaklanjuti melalui program pelestarian kebudayaan yang berkelanjutan, penguatan ruang-ruang ekspresi budaya, pendidikan kebudayaan bagi generasi muda, serta perlindungan terhadap warisan sejarah dan tradisi masyarakat Mekongga,” paparnya

Baca juga :  Sekda Sultra Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden

Sebagai organisasi kaderisasi dan gerakan mahasiswa, PC PMII Kolaka juga memandang bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah.

Pemuda tidak boleh tercerabut dari akar kebudayaannya sendiri, melainkan harus menjadi bagian dari upaya merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya Mekongga kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kebudayaan bukan sekadar sesuatu yang kita warisi dari masa lalu, tetapi nilai dan identitas yang harus kita jaga hari ini agar tetap hidup di masa depan,” ujarnya.

Bhakti Eki berharap penetapan Hari Kebudayaan Mekongga menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, budayawan, akademisi, komunitas, dan generasi muda dalam menjaga kekayaan budaya Kabupaten Kolaka.

“Merawat kebudayaan adalah bagian dari merawat peradaban. Sebab, daerah yang mengenal dan menjaga akar budayanya adalah daerah yang memiliki pijakan kuat dalam menatap masa depan,” tandasnya. (Hrn)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Delapan Bulan, Kejari Kolaka Torehkan Capaian Penegakan Hukum

1 September 2026 - 21:05

Perkuat Promosi Investasi dan Produk Lokal, Antam Tampilkan Potensi Nikel Kolaka di APKASI Expo 2026

31 Agustus 2026 - 09:11

Dukung Kolaka Bersih, Perumda Aneka Usaha Serahkan Motor Sampah di Lamokato

10 Agustus 2026 - 11:01

PT Vale IGP Pomalaa Edukasi Warga Pesouha Terapkan PHBS untuk Cegah DBD

25 Juni 2026 - 13:40

PLN dan ANTAM Perkuat Sinergi Jaga Keandalan Listrik

12 Mei 2026 - 11:45

PT Vale Perkuat Hilirisasi Hijau dan Ekonomi Rakyat di HUT ke-62 Sulawesi Tenggara

26 April 2026 - 11:39

Trending di Terbaru