Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 31 Agu 2025 09:00

Peduli Masyarakat dan Lingkungan Towuti, Bersatu Wujudkan Pemulihan Berkeadilan dan Transparan


 Peduli Masyarakat dan Lingkungan Towuti, Bersatu Wujudkan Pemulihan Berkeadilan dan Transparan Perbesar

SULTRAKITA.COM, TOWUTI – Periode tanggap darurat pasca kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, resmi ditetapkan oleh Bupati Luwu Timur sejak 23 Agustus hingga 5 September 2025. Selama periode ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bersama Pemerintah Daerah Luwu Timur, masyarakat, dan para pakar independen terus bergerak aktif untuk memastikan penanganan berjalan secara transparan, inklusif, dan berkeadilan.

Sejak hari pertama, desa terdampak, Lioka, Langkea Raya, Baruga, Timampu, Matompi, dan Wawondula menjadi prioritas utama. Proses pemulihan dipimpin langsung oleh Pemda Luwu Timur, sementara PT Vale menjalankan peran sebagai mitra yang bertanggung jawab. Tim ahli independen dari universitas terkemuka turut terlibat untuk melakukan asesmen sosial, ekonomi, dan ekologis.

Camat Towuti, Amri Mustari, menegaskan pentingnya kerja bersama, “Ini bukan kerja sepihak, kami dari pemerintah berkolaborasi dengan baik, termasuk masyarakat yang kita libatkan agar kejadian ini bisa segera kita atasi.”

Hingga hari kedelapan, PT Vale telah menerima 112 aduan resmi, dengan hampir 90 persen disampaikan langsung saat tim berkunjung ke lapangan. Untuk memastikan akses yang merata, PT Vale tetap membuka Posko Pengaduan & Informasi di Kantor Camat Towuti serta menyediakan Hotline 24 jam.

Baca juga :  PT Ceria Juara 2 Lomba Kebersihan

Keterlibatan masyarakat menjadi kunci: tokoh desa turut mencatat keluhan dan kebutuhan warga, yang kemudian diverifikasi serta ditindaklanjuti oleh PT Vale. Mekanisme ini memastikan bahwa setiap suara warga mendapat tempat, dan setiap aduan menjadi dasar perbaikan.

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menekankan bahwa proses pemulihan ini adalah perjalanan bersama, “Bapak Bupati telah menetapkan masa tanggap darurat sampai 5 September. Kami optimis dengan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan pemerintah, dan masukan dari para ahli, pemulihan akan terus berlanjut dengan prinsip berkeadilan dan transparansi.”

Tim ahli akan melanjutkan wawancara lapangan di wilayah hilir sebelum menyusun rekomendasi resmi pada awal minggu depan. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar langkah pemulihan jangka panjang yang lebih kokoh baik bagi lingkungan maupun bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Towuti. (*)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

Baca Lainnya

Antam dan Polres Kolaka Tanam Cemara Laut di Pomalaa, Kurangi Dampak Debu

23 Oktober 2026 - 21:01

Vale Indonesia Intensif Tangani Karhutla di Wilayah IGP Pomalaa

23 Oktober 2026 - 11:03

Vale Indonesia Perkuat Kemandirian Masyarakat dan Ekonomi Lokal melalui PPM Expo 2026 di IGP Pomalaa

21 Oktober 2026 - 14:01

Rektor USN Kolaka Resmikan Wirausaha Digital 2026, Perkuat Sinergi Kampus dan Dunia Usaha

20 Oktober 2026 - 09:55

ANTAM Kolaka Berbagi Pengetahuan Ekonomi Biru di Seminar Nasional Oseanografi UHO

19 Oktober 2026 - 16:49

Vale Indonesia Serahkan Enam Rumah Layak Huni bagi Warga di Kolaka

19 Oktober 2026 - 16:15

Trending di Berita Utama