Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 20 Mar 2022 14:51

Pemkot Fokus Turunkan Angka Stunting di Kota Kendari


Pemkot Fokus Turunkan Angka Stunting di Kota Kendari Perbesar

SULTRAKITA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya menurunkan angka stunting. Salah satunya, Pemkot Kendari menggelar rembuk stunting di salah satu hotel di Kendari, Jumat (18/3/2022).

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam percepatan penanganan stunting bekerja sama dalam menuntaskan kasus stunting di Kota Kendari.

Menurutnya, meskipun angka stunting di Kota Kendari lebih rendah secara nasional ataupun dibandingkan dengan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara (Sultra), namun harus diseriusi karena berdampak besar jika diabaikan.

“Kalau stunting ini tidak kita tangani secara komprehensif maka akan berdampak pada anak-anak kita. 1000 hari pertama anak kita itu menentukan bagaimana nanti mereka tumbuh kembang. Sederhananya stunting bisa dideteksi dari kondisi fisik,” ujar Pasangan Siska Karina Imran ini.

Ia mengungkapkan, tak hanya faktor kesehatan, namun hal lain juga harus mendapatkan perhatian seperti ekonomi dan lingkungan tempat tinggal, sehingga butuh dukungan semua pihak.

“Kalau anak-anak kita mengalami stunting itu tidak hanya fisiknya tapi yang paling berat itu kalau kemampuan otaknya berkurang,” ucapnya.

Baca juga :   Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Lutim Puji Pengelolaan Lingkungan PT Vale

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Drg. Rahminingrum menjelaskan, hingga tahun 2022 sebanyak 227 kasus stunting di Kota Kendari.

Kasus ini menyebar di 15 kelurahan, sekaligus menjadi lokus penanganan stunting. Lokus stunting ditetapkan berdasarkan jumlah keluarga berresiko stunting, jumlah anak stunting dan prevalensi stunting.

“Data bulan Agustus tahun 2021 prevalensi tertinggi itu ada di Kendari Barat, selanjutnya di Kecamatan Kendari, dan Kecamatan Wua-wua,” katanya.

Dia menambahkan, untuk menangani kasus stunting sejumlah indikator harus diintervensi baik dari sektor kesehatan maupun non kesehatan. Sebab dari sebanyak 29 indikator ini masih terdapat beberapa indikator yang sama sekali belum mendapatkan intervensi.

Sementara Kepala Bappeda Kota Kendari Ridwansyah Taridala berharap, dari 15 OPD yang terlibat langsung dibutuhkan sinergitas agar percepatan penanganan stunting di Kota Kendari bisa berjalan baik.

“Delapan aksi integrasi berarti tidak bisa parsial untuk itu tolong bapak/ibu kepala OPD, camat dan lurah, ketika tim kita minta data jangan dicuekin,” ungkapnya.

Kegiatan rembuk stunting ini ditutup dengan pembacaan komitmen bersama menangani stunting di Kota Kendari. (Ikl)

Artikel ini telah dibaca 62 kali

Baca Lainnya

PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

17 Juli 2026 - 18:05

Wujudkan Ketahanan Pangan, PT Vale Gandeng Yonif 869 Taawu dalam Pelatihan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan

16 Juli 2026 - 13:26

PT Vale Edukasi PHBS di Desa Tambea, Dukung Program Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya

16 Juli 2026 - 11:01

Meninggal Saat Bertugas, Ahli Waris Petugas Sensus Ekonomi Kolaka Terima Santunan Rp 32 Juta Dari BPJS Ketenagakerjaan

15 Juli 2026 - 19:23

ANTAM Dorong Promosi Produk Lokal dan Pemberdayaan UMKM pada Pameran Dekranas

12 Juli 2026 - 20:40

KKN Mahasiswa USN Kolaka, Hadirkan Program Berbasis SDGs

12 Juli 2026 - 18:50

Trending di Berita Utama