SULTRAKITA.COM, TIRAWUTA – SMA Negeri 1 Mowewe terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Peningkatan Kompetensi Guru untuk Memahami Penguatan Profil Lulusan untuk Mewujudkan Peserta Didik yang Cerdas, Berintegritas, dan Berprestasi”, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Bahasa SMA Negeri 1 Mowewe tersebut diikuti oleh guru-guru di lingkungan sekolah. IHT ini menghadirkan narasumber dari Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Dr. Sarmadan, S.Pd., M.Pd., C.Ed.

Foto bersama usai kegiatan
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Mowewe, Samsul Bahri La Mbadjo, S.S., M.Pd., sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan IHT.
Dalam sambutannya, Samsul menekankan pentingnya kesiapan dan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan kebijakan pendidikan, khususnya dalam memahami serta mengimplementasikan penguatan Profil Lulusan.
“Guru memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Profil Lulusan tidak cukup hanya menjadi pengetahuan konseptual, tetapi harus diterjemahkan ke dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, serta pembiasaan positif di lingkungan sekolah.” ujar Samsul.
Ia berharap melalui kegiatan IHT ini, seluruh guru SMA Negeri 1 Mowewe memiliki pemahaman dan persepsi yang lebih selaras dalam membangun proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan integritas, karakter, kemandirian, dan prestasi peserta didik.
Memasuki sesi inti, Dr. Sarmadan memaparkan pentingnya penguatan Profil Lulusan sebagai arah dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih komprehensif. Ia menjelaskan bahwa Profil Lulusan menjawab pertanyaan mendasar mengenai karakter, kompetensi, dan kualitas peserta didik seperti apa yang hendak diwujudkan melalui proses pendidikan.
Dalam pemaparannya, ia menguraikan delapan dimensi Profil Lulusan yang menjadi bagian dari Standar Kompetensi Lulusan, yakni keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Kedelapan dimensi tersebut saling berkaitan dan perlu dikembangkan secara terpadu melalui proses pembelajaran maupun budaya sekolah. Peserta didik, misalnya, tidak hanya dituntut mampu berpikir kritis dan menghasilkan gagasan kreatif, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab terhadap proses belajarnya.
Dr. Sarmadan juga menekankan pentingnya pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam mendukung pencapaian Profil Lulusan. Pendekatan ini dibangun melalui tiga prinsip utama, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, dengan pengalaman belajar yang mencakup memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Menurutnya, penguatan Profil Lulusan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru melalui pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga perlu dibangun melalui kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Dengan demikian, nilai-nilai yang dikembangkan dalam pembelajaran dapat tumbuh menjadi kebiasaan dan tercermin dalam perilaku peserta didik sehari-hari.
Ia turut mendorong guru untuk mengintegrasikan dimensi Profil Lulusan ke dalam perangkat ajar, merancang pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, serta melakukan evaluasi dan refleksi secara berkelanjutan.
“Penguatan Profil Lulusan harus menjadi perhatian bersama seluruh guru. Pembelajaran tidak cukup hanya membuat peserta didik mengetahui dan menguasai materi, tetapi juga harus memberikan pengalaman yang membentuk karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, dan tanggung jawab. Guru perlu memastikan bahwa setiap proses pembelajaran memberikan kontribusi terhadap pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik.”
Sementara itu, Ketua Panitia, Iwan Susanto, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan IHT tersebut dirancang sebagai ruang pengembangan profesional bagi guru untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyamakan persepsi mengenai implementasi Profil Lulusan di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda pelatihan semata, tetapi menjadi titik awal bagi guru untuk melakukan pembaruan dalam praktik pembelajaran. Pengetahuan yang diperoleh perlu ditindaklanjuti melalui kolaborasi, berbagi praktik baik, dan penerapan nyata di kelas,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Irma Oktaviani, S.Pd., Gr., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pemahaman lebih luas mengenai keterkaitan antara proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan kompetensi yang harus dimiliki peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari bagaimana peserta didik mampu menerapkan pengetahuan, menunjukkan sikap yang baik, berpikir kritis, berkolaborasi, dan bertanggung jawab. Ini menjadi bekal bagi kami untuk memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran di kelas,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan IHT ini, SMA Negeri 1 Mowewe diharapkan mampu memperkuat kapasitas dan profesionalisme guru dalam menerjemahkan delapan dimensi Profil Lulusan ke dalam praktik pendidikan yang lebih terarah.
Upaya tersebut sekaligus menjadi komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara utuh, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, mandiri, sehat, komunikatif, mampu berkolaborasi, dan berprestasi. (Hrn)






