SULTRAKITA.COM, Kolaka — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka terus digenjot. Salah satunya melalui langkah PT Vale Indonesia (PTVI) yang menghadirkan layanan dokter spesialis langsung ke Puskesmas Pomalaa, Senin (30/3).
Program bertajuk ESG Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) itu menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak di wilayah operasionalnya.
Penanggung Jawab Medis IGP Pomalaa PTVI, dr. Fathurrahman, mengatakan, layanan ini memberi akses lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif.
“Anak-anak bisa langsung diperiksa dokter spesialis. Ini penting untuk deteksi dini gangguan pertumbuhan maupun penyakit,” ujarnya.
Tak hanya pelayanan, program ini juga memperkuat fungsi puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan. Kehadiran dokter spesialis anak dan kandungan dinilai menjadi pembeda, mengingat selama ini layanan di puskesmas umumnya hanya ditangani dokter umum.
Dokter spesialis anak, dr. Apri, menjelaskan, kerja sama ini sebenarnya telah dirancang sejak lama. Dalam pelaksanaannya, tim medis akan melakukan empat kali kunjungan ke sejumlah puskesmas, termasuk Pomalaa.
“Ini bukan kegiatan sekali selesai. Ada beberapa kali kunjungan agar pemantauan bisa berkelanjutan,” katanya.
Ia menegaskan, fokus utama program ini adalah pencegahan stunting. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa instan dan harus melalui proses panjang.
“Tidak bisa satu kali ukur langsung disebut stunting. Harus ada pemantauan terus-menerus, dari desa sampai kabupaten. Kuncinya ada di pemenuhan gizi sejak dini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pomalaa dr. Alriyani Hamzah mengakui, kehadiran dokter spesialis sangat membantu. Selama ini, pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Kolaka untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Sekarang tidak perlu jauh-jauh. Pelayanan sudah didekatkan,” ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut, sekitar 20 anak dengan berat badan kurang menjalani pemeriksaan. Mereka menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting.
Pihak puskesmas berharap program ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Keberlanjutan dinilai penting agar penanganan bisa lebih optimal.
“Kalau bisa berlanjut, dampaknya pasti lebih terasa,” harapnya.
Kolaborasi antara PT Vale, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting. Sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.(bak)






