Menu

Mode Gelap

Sulselkita · 29 Jan 2025 16:47

Rayakan Imlek di Tahun Ular Kayu, Hakim Lewa; Kebaikan Untuk Semua


Rayakan Imlek di Tahun Ular Kayu, Hakim Lewa; Kebaikan Untuk Semua Perbesar

SULTRAKITA.COM, WATAMPONE —Perayaan Imlek tahun 2576/2025 merupakan hari raya yang dinanti-nantikan bagi masyarakat Tionghoa, begitupula di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, masyarakat Tionghoa merayakan imlek dengan penuh suka cita.

Perayaan Imlek dipusatkan di Vihara Dharma Palakka, berlokasi di jalan Salak Kecamatan Tanete Rittang Barat, Rabu (29/1).

Meski dirayakan secara sederhana, mereka yang merayakan Imlek menyambut gembira sambil bersembahyang di Vihara dengan khusyuk.

Banthe Abhijato selaku pembawa Hikmah Imlek menyampaikan beberapa pesan mendalam sebagai acuan untuk menjalani tahun shio ular kayu ini.

Ia menjelaskan bahwa tahun shio ular kayu terakhir terjadi pada tahun 1965, dan kini pada tahun 2025, diperkirakan tahun shio ular kayu akan kembali 60 tahun lagi.

“Agama Budha tidak menitik beratkan pada ramalan, namun dari beberapa hal, percaya tidak percaya ramalan akan bekerja. Ditahun Baru Imlek ini adalah merupakan tahun Shio ular kayu, ular sebagai simbol kebijaksanaan, strategi dan misteri sedangkan kayu punya karakter pertumbuhan, seleksi dan fleksibel,” terangnya.

Baca juga :   Mutasi Kepala Sekolah Dinilai Tidak Prosedural, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Diminta Dicopot

Abhijato yang bertugas di Vihara mendut ini juga menerangkan secara singkat mengenai asal muasal nuansa warna merah yang selalu menghiasi perayaan Imlek.

Menurutnya secara mitologi ada sebuah kisah mengenai monster buas yang besarnya dua kali lipat dari ukuran gajah yang disebut Nian. Konon dimasa itu banyak manusia yang selalu hilang dan diyakini diculik oleh monster tersebut.

Dan untuk mengusir monster atau Nian tersebut mereka harus menyediakan 3 hal yang ditakuti oleh monster Nian.

Yaitu dipercaya Nian takut dengan warna merah, takut terhadap api dan takut suara kencang oleh karenanya dalam perayaan Imlek selalu ada nuansa merah, lampion dan petasan.

“Keberhasilan di tahun ular tidak didapat dari kekerasan tetapi dengan menggunakan cara-cara yang baik untuk menghasilkan tujuan bersama. Tahun ini menjadi tahun terbaik untuk perencanaan dan perubahan jangka panjang,” tutup Abhijato.

Sementara itu Hakim Lewa Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) berharap di tahun shio ular kayu ini akan membawa perubahan dan kebaikan, bukan saja kepada umat Tionghoa namun untuk semua umat manusia.

Baca juga :   Atasi Kebutuhan Pokok, Pemkot Kendari Laksanakan High Level Meeting

“Semoga ditahun baru Imlek ini, di tahun shio ular kayu, rejeki lebih melimpah, mendapatkan berkah, membawa keselamatan, kesehatan, kemakmuran serta kedamaian,” pungkas Hakim Lewa.

Perayaan tahun baru Imlek di Vihara Dharma Palakka ditutup dengan tradisi berbagi Angpau yang menjadi simbol kemakmuran. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

Baca Lainnya

Antam Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

14 September 2026 - 10:09

PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka Raih Tiga Platinum ENSIA Award 2026

12 September 2026 - 18:05

Bupati Bone Dorong Revolusi Pertanian, Teknologi Jadi Kunci Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan Petani

10 September 2026 - 15:27

FKPPAT UBPN Kolaka 2026 Dikukuhkan, Wujudkan Organisasi yang Solid, Kompeten dan Kontributif

5 September 2026 - 12:05

Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Kolaka Perkuat Edukasi Perlindungan Pekerja Informal

4 September 2026 - 19:45

PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla Terintegrasi di Seluruh Wilayah Konsesi

3 September 2026 - 20:01

Trending di Berita Utama