Menu ✖

Mode Gelap

Sulselkita · 14 Okt 2026 16:57

Saat Udara Bone Tak Sehat, Asap Pembakaran Justru Terus Mengepul


 Saat Udara Bone Tak Sehat, Asap Pembakaran Justru Terus Mengepul Perbesar

SULSELKITA_SULTRAKITA.COM, BONE — Di tengah kondisi udara yang tidak sehat akibat kabut yang menyelimuti Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, aktivitas pembakaran sampah dan kayu masih dikeluhkan warga. Asap yang ditimbulkan dinilai mengganggu kenyamanan sekaligus berpotensi memperburuk kualitas udara di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi Indeks Kualitas Udara (AQI) yang dicantumkan dalam laporan pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 07.00 WITA, kualitas udara di Kabupaten Bone berada pada angka 118 dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Pemerintah Kabupaten Bone sebelumnya telah menyosialisasikan imbauan penggunaan masker sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gangguan pernapasan akibat kabut yang telah beberapa hari menyelimuti wilayah Bone.

Dinas terkait (DLH) juga telah menginformasikan kondisi udara yang tidak sehat di sejumlah wilayah, termasuk di 27 kecamatan, dan mengimbau agar tidak melakukan pembakaran.

Namun, aktivitas pembakaran masih ditemukan di tengah masyarakat. Asap dari pembakaran sampah maupun kayu dikhawatirkan menambah pencemaran udara yang saat ini dirasakan warga.

Baca juga :  Pemda Wakatobi Gelar Musrembang Penyusunan RKPD Tingkat Kabupaten

Salah seorang warga, Adhy, mengungkapkan bahwa pembakaran sampah masih kerap dilakukan. Selain itu, ia menyoroti aktivitas salah satu usaha pembakaran kelapa (Kelapa Bakar) di kawasan Bukaka, Kota Watampone, yang membakar kayu untuk menghasilkan arang.

Menurutnya, asap dan bau yang sangat menyengat dari aktivitas tersebut mengganggu kenyamanan warga di sekitarnya.

“Masih banyak yang suka bakar sampah di sini, kami terganggu bau dan asapnya, kami berhak hidup sehat dan bebas dari bahaya asap,” ujarnya.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Erni mengatakan ada warga yang membakar timbunan sampah di area masjid Nuru tijarah kompleks pasar sentral lama,  sehingga menimbulkan kobaran api yang besar, dan hal tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga.

“Iyya tadi malam ada yang membakar sampah di area masjid, ” pungkasnya.

Berisiko Picu Gangguan Kesehatan

Kualitas udara yang buruk dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, hingga sesak napas. Paparan polusi udara juga dapat memperburuk kondisi penderita asma, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyakit jantung.

Baca juga :  Siswi SMP Islam Athirah Bone Terbaik di Festival Kurikulum Merdeka 2024

Kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami dampak kesehatan akibat paparan polusi udara.

Karena itu, masyarakat diharapkan meningkatkan kesadaran untuk menjaga kualitas udara dengan tidak membakar sampah sembarangan serta mengurangi aktivitas pembakaran yang menghasilkan asap.

Warga juga berharap pemerintah dan instansi terkait memberikan perhatian serta teguran terhadap aktivitas pembakaran di kawasan permukiman terutama di wilayah perkotaan, termasuk usaha yang menggunakan kayu bakar untuk proses produksi agar tidak merugikan orang lain.

Untuk diketahui beberapa daerah, sudah ada yang menerapkan sanksi atas aktivitas pembakaran yang tidak sesuai tekhnis, berdasarkan peraturan daerah yang berlaku di wilayahnya.

Upaya menjaga kualitas udara membutuhkan kepedulian bersama. Di tengah kondisi udara yang tidak sehat, menghentikan pembakaran yang menimbulkan asap berlebihan menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kesehatan dan kenyamanan masyarakat. (*)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

Baca Lainnya

Siapkan 26 Venue Porprov Sulsel 2026, Wabup Bone Kejar Penyelesaian 4 Catatan Penting

15 Oktober 2026 - 19:33

Demi Permudah Petani Angkut Gabah, Kodim Bone Bangun Jembatan Beton di Desa Cinennung

15 Oktober 2026 - 19:19

Proyek Hilirisasi Ayam Mulai Digarap di Bone, Mentan Amran Target Rampung 2027

25 September 2026 - 11:01

Lestarikan Budaya, Bupati Bone Tebar 8.000 Benih Ikan untuk Ketahanan Pangan di Libureng

16 September 2026 - 15:35

Bupati Bone Dorong Revolusi Pertanian, Teknologi Jadi Kunci Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan Petani

10 September 2026 - 15:27

Estafet Kepemimpinan Korem 141/Toddopuli, Robinson Tallupadang Gantikan Andre Clift Rumbayan

10 Agustus 2026 - 21:35

Trending di Sulselkita