SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Cegah Kekerasan Seksual di Kampus, Rektor Universitas Andi Sudirman (Uniasman) melantik dan melakukan Pengambilan Sumpah Pengurus Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Satgas PPKS dilantik oleh Rektor Uniasman HM Yasin di Auditorium Andi Sudirman, Jalan Yos Sudarso Cellu Kecamatan Tanete Riattang Timur, Rabu (11/9).

Pelantikan Satgas dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Bone Andi Winarno Eka Putra, sekaligus membuka Masa Orientasi Mahasiswa Baru Uniasman dan Camat Tanete Riattang Timur Andi Ikbal Walinono.
Adapun komposisi pengurus terdiri dari dosen dan Mahasiswa, yaitu; Ketuai Asia A Pananrangi dan Sekretaris Agustapa yang merupakan Dosen Fakultas Politik dan Hukum Uniasman.
Rektor Uniasman HM Yasin menjelaskan, esensi keberadaan Satgas PPKS yaitu mengawasi dan mengontrol semua pergerakan yang ada di Civitas akademik yang berpotensi menimbukan kekerasan seksual.
Sebab sebagaimana diketahui, kekerasan seksual memberikan dampak negatif kepada korbannya, baik secara verbal maupun nonverbal.
“Menurut pakar psikologi, ada beberapa Dampak dari kekerasan seksual yang dialami oleh korban, diantaranya; trauma dengan menyalahkan diri sendiri, Frustrasi atau depresi seolah-oleh merasa tidak berguna dan merasa putus asa, gangguan jantung karena mengalami tekanan batin, mencari pelarian melaui penyalahgunaan narkoba untuk mencari kesenangan sementara, terakhir adanya korban jiwa” jelasnya.
Sementara itu mewakili pengurus yang baru dilantik, Sekretaris Satgas PPKS Agustapa menekankan pentingnya pencegahan Kekerasan Seksual dilingkungan Kampus agar dapat tercipta suasana yang kondusif.
Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut Undang–undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Permendikbudristek Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.
Agus menjelaskan, tujuan dibentuknya Satgas adalah untuk melakukan edukasi dan memberikan informasi mengenai pentingnya menciptakan suasana kampus yang kondusif agar tidak terjadi kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi.
“Tugas Satgas adalah memberikan sosialisasi mengenai hal-hal apa saja yang masuk kategori kekerasan seksual. Satgas PPKS juga dapat memberikan pendampingan hukum terhadap korban kekerasan seksual,” pungkasnya.

Pj Bupati Bone Andi Winarno mengapresiasi adanya pembentukan Satgas PPKS di Kampus Uniasman guna mendukung program pencegahan kekerasan Seksual, sebab kekerasan seksual merupakan isu serius yang merusak mental para korban.
“Di Perguruan Tinggi generasi penerus bangsa dididik dan ditempa, oleh karenanya pencegahan kekerasan seksual di kampus Menjadi sangat vital. Satgas yang terbentuk adalah hal yang tepat sebagai garda terdepan dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman dan terbebas dari segala bentuk kekerasan seksual,” ungkapnya.
Langkah proaktif ini, kata Andi Winarno, merupakan wujud komitmen institusi pemerintah di tingkat perguruan tinggi dalam mendukung regulasi nasional dan kebijakan kampus yang responsif terhadap kekerasan seksual.
“Melalui Satgas ini, diharapkan adanya pencegahan yang efektif dan penanganan yang kongkret terhadap kejahatan seksual. Selamat bertugas, tanggung jawab yang diemban bukanlah hal yang mudah, namun saya yakin dengan integritas dan komitmen yang kuat kalian mampu menngemban amanah dengan baik,” tutupnya. (WRD)






