SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Peringatan Hari Bumi 2025 di Kabupaten Bone berlangsung penuh makna. Pemkab Bone mengambil aksi nyata dengan menanam 500 pohon buah-buahan, sekaligus menggelar gerakan bersih lingkungan di Kelurahan Maccope, Kecamatan Awangpone.
Ketua Panitia Dray Vibrianto menegaskan, kegiatan ini adalah langkah konkret menjaga lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
“Ini bukan sekadar tanam pohon, tapi investasi untuk masa depan. Daerah ini bisa menjadi sentra hortikultura!” tegasnya.
Dray mengingatkan, tanpa lingkungan yang sehat, ketahanan pangan hanyalah mimpi. “Teknologi bisa ciptakan banyak hal, tapi tidak bisa menggantikan air alami. Menanam pohon adalah solusi cerdas—selain menjaga air, juga jadi sumber ekonomi dan amal jariah,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat bergerak bersama merawat bumi secara berkelanjutan. “Merawat bumi bukan cuma menanam, tapi juga menjaga udara, keindahan, dan keasrian. Aksi ini dilakukan serentak di Maros, dan Bone bangga jadi bagiannya,” tambahnya.
Meski digelar di tempat yang sederhana, Dray Vebrianto mengatakan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman sangat mengapresiasi langkah penanaman pohon tersebut. Ia menekankan agar Hari Bumi jadi gerakan terus-menerus, bukan hanya ritual tahunan belaka.
“Kita mau hijau yang bermanfaat—bukan sekadar gulma, tapi pohon produktif seperti padi, bunga, atau rumput gajah,” ungkapnya.
Dray Vebrianto juga menyoroti masalah kebersihan. Ia mengaku masih menemukan rumah ASN yang tidak terawat saat berkeliling. “Cinta bumi dimulai dari lingkungan terkecil—rumah kita sendiri,” pungkasnya.
Kegiatan penanaman pohon ini didukung penuh oleh PLN, organisasi kepemudaan, KPA, dan TNI. Lokasi acara juga menampilkan percontohan rumah sehat serta penataan lingkungan yang inspiratif, membuktikan keseriusan Bone dalam menjaga bumi. (WRD)






