SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Gema takbir berkumandang saat Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Junaidiyah Biru Bone menggelar Penamatan dan Wisuda 284 Santri Tahfidz, di Sentosa Ballroom Hotel Novena, Minggu (11/5).
Acara penamatan dan Wisuda Santri Tahfidz yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin ini menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan agama di Bone, khususnya bagi Ponpes Modern Al-Junaidiyah.
Ketua Panitia Pelaksana Penamatan dan Wisuda Santri Tahfidz Ustaz Ahmad Fauzi Ishak menyampaikan, sebanyak 284 santri dari beberapa lembaga pendidikan di Ponpes Al-Junaidiyah Biru yang diwisuda merupakan Hafidh Al Quran 10 Juz,20, hingga 30 Juz.
“Seluruhnya dinyatakan berhak mendapatkan ijazah dari Kementerian Agama (Kemenag) RI dan ijazah dari Ponpes Al-Junaidiyah Biru,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin menyampaikan kebanggaan sekaligus harapan besar bagi dunia pesantren. Ia menyebut pesantren sebagai miniatur peradaban sosial yang unik.
“Pesantren adalah miniatur sosial yang unik. Di sini, santri tak hanya menimba ilmu agama dan umum, tetapi juga hidup dalam bimbingan guru dan pembina 24 jam penuh,” ujarnya.
Andi Akmal juga menekankan keistimewaan pesantren yang tak dimiliki lembaga lain. Ada energi ‘barakah’ yang tercipta dari ikatan kuat antara santri dan pembina.
“Hal ini tentu menjadi keunggulan pesantren jika dibanding dengan lembaga pendidikan lainnya. Semoga pesantren terus menjadi pusat keilmuan dan kebaikan bagi masyarakat,” tambahnya.
Wabup Bone mengaku bahagia sebab diundang menghadiri kegiatan wisuda. Ia berharap agar kegiatan di pesantren dapat memperkuat ukhuwah dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Kami berharap pesantren dapat mencetak generasi yang kaya prestasi dan menjadi benteng akhlak bagi bangsa. Semoga Ponpes Al-Junaidiyah Biru terus menjadi pusat keilmuan dan kebaikan bagi masyarakat,” pungkasnya. (WRD)






