SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE —Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, segera meninjau lokasi ambruknya jembatan penghubung di Desa Tanah Tengnga, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone.
Jembatan gantung yang menjadi akses vital bagi warga menuju Desa Lemoape dan Desa Panyili itu rubuh setelah diterjang banjir dahsyat pada Sabtu (5/7.
Hujan deras sejak subuh menyebabkan sungai meluap dan menghanyutkan sebagian badan jembatan. Akibatnya, distribusi barang dan mobilitas warga lumpuh total. Puluhan keluarga di seberang sungai kini terisolasi, terpaksa menunggu air surut atau memutar jauh melalui Desa Panyili.
Dalam peninjauannya, Wabup Andi Akmal menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera memperbaiki kerusakan ini, sesuai instruksi Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.
“Kami tidak akan berlama-lama. Segera setelah kondisi memungkinkan, perbaikan akan dimulai agar mobilitas warga kembali normal,” ungkapnyam
Andi Akmal juga mengapresiasi respons cepat BPBD Bone dan pihak terkait dalam menangani darurat ini.
“Kami sangat menghargai kerja keras semua pihak. Semoga proses pemulihan berjalan lancar,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, selain jembatan di Tanah Tengnga, enam jembatan lain di Bone juga mengalami kerusakan parah. Untuk itu, Pemkab Bone akan berkoordinasi dengan BNPB guna mempercepat penanganan.
“Kami mohon kesabaran masyarakat. Gunakan jalur alternatif sementara waktu. Ini musibah alam, bukan kelalaian manusia,” jelasnya.
Kepala Desa Tanah Tengnga, Andi Mulkaidah, mengaku warga di seberang sungai kini kesulitan beraktivitas.
“Mereka harus menunggu air surut atau memutar jauh. Ini benar-benar ujian bagi kami,” pungkasnya. (WRD)






