SULTRAKITA.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa bergerak cepat membantu warga terdampak bencana angin puting beliung dan banjir di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Bantuan disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok hingga pengerahan tim tanggap darurat ke lokasi bencana.
Untuk korban angin puting beliung di Desa Huko-Huko, PT Vale menyalurkan bantuan kepada enam kepala keluarga pada Minggu (3/5). Masing-masing keluarga menerima paket sembako senilai Rp1,6 juta yang terdiri atas 50 kilogram beras, telur, teh, minyak goreng, dan lima lembar sarung.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan bantuan material bangunan senilai Rp5 juta untuk setiap rumah terdampak. Bantuan material tersebut saat ini masih dalam proses pengadaan.
Kepala Desa Huko-Huko, Sahabuddin, mengapresiasi respons cepat perusahaan dalam membantu warganya yang terkena musibah.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari PT Vale. Kehadiran mereka sangat berarti bagi warga kami yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.
Tak hanya membantu korban puting beliung, PT Vale juga turun langsung saat banjir melanda Desa Pesouha pada Senin malam (4/5). Melalui tim Emergency Response, perusahaan mengerahkan armada mobil pemadam untuk membantu membersihkan lumpur yang menggenangi rumah warga, pekarangan, hingga saluran drainase.
Warga Desa Pesouha, Iswan, menilai langkah cepat perusahaan sangat membantu masyarakat di tengah situasi darurat.
“PT Vale sangat cepat membantu warga yang tertimpa musibah. Kami benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Iswan yang juga Ketua Ormas Tamalaki Nibandera.
Senior Coordinator Stakeholder Relation Pomalaa PT Vale Indonesia, Adam Chlaid, menegaskan bahwa respons cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami di PT Vale berkomitmen untuk selalu responsif terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kehadiran kami bukan hanya dalam program pengembangan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan dukungan cepat saat terjadi bencana,” jelasnya.
Menurut dia, aksi tanggap darurat itu menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi. (*/bak)






