SULTRAKITA.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk terus menggencarkan program promosi kesehatan (promkes) di wilayah operasionalnya di Kecamatan Pomalaa dan Baula. Kali ini kegiatan promkes digelar di Desa Pewutaa Kecsmatan Baula, Sabtu (9/5). Langkah itu dilakukan untuk menekan angka penyakit demam berdarah dengue (DBD), tuberkulosis (TBC), sekaligus meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat.
Hasil evaluasi sementara menunjukkan adanya penurunan kasus penyakit di wilayah binaan perusahaan. Meski begitu, dampaknya dinilai belum signifikan sehingga edukasi kesehatan perlu dilakukan lebih masif.
Senior Coordinator Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani mengatakan, pihaknya rutin berkoordinasi dengan puskesmas setiap bulan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.
“Data yang kami minta biasanya terkait angka TBC, DBD, dan PHBS masyarakat. Dari pelaksanaan promkes sejak tahun lalu sampai sekarang memang ada perubahan. Angka DBD mulai menurun, TBC juga, termasuk PHBS masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data evaluasi Maret hingga April 2026, angka kasus DBD dan TBC turun sekitar 1 hingga 5 persen. Sementara penerapan PHBS masyarakat meningkat sekitar 8 sampai 10 persen.
Namun, menurut dia, capaian tersebut belum cukup kuat untuk memberikan dampak luas di masyarakat. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan jumlah peserta yang hadir dalam setiap kegiatan promkes.
“Promosi kesehatan ini belum menyasar seluruh warga. Jadi memang harus lebih masif lagi dilakukan supaya dampaknya lebih terasa,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, PT Vale menyiapkan sejumlah strategi tambahan agar edukasi kesehatan lebih mudah menjangkau masyarakat. Di antaranya melalui pembagian flyer edukatif hingga pembuatan video kampanye kesehatan.
“Kalau kegiatan hanya dilakukan di satu tempat dengan kapasitas terbatas, tentu tidak semua masyarakat bisa hadir. Karena itu kami rencanakan media tambahan seperti flyer dan video supaya informasi kesehatan bisa menyebar lebih luas,” jelasnya.
Saat ini, program promkes masih difokuskan di wilayah ring satu perusahaan, yakni Kecamatan Pomalaa dan Baula. Fokus tersebut dilakukan agar seluruh desa di wilayah prioritas dapat menerima edukasi kesehatan secara merata.
“Untuk sementara kami fokus dulu di Pomalaa dan Baula supaya pelaksanaannya lebih maksimal. Ke depan tidak menutup kemungkinan diperluas ke Tanggetada dan Ululako,” tuturnya.
Program promkes PT Vale mendapat apresiasi Kepala Desa Pewutaa, Saniasa, menyebut kegiatan tersebut memberi manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan lingkungan.
“Saya selaku pemerintah Desa Pewutaa sangat mengapresiasi kegiatan program yang telah dilaksanakan oleh pihak manajemen PT Vale. Alhamdulillah desa saya dikunjungi oleh pihak PT Vale,” katanya.
Menurut Saniasa, edukasi yang diberikan perusahaan sangat membantu masyarakat dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat.
“Yang disampaikan oleh pihak PT Vale terutama terkait menjaga kesehatan lingkungan di Desa Pewutaa. Ini membuat saya pribadi selaku pemerintah desa merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pihak manajemen PT Vale,” ujarnya.
Selain promkes, PT Vale juga terlibat dalam kegiatan Posyandu melalui dukungan penyediaan makanan tambahan, bantuan sanitasi, dan program pencegahan stunting.
“Kami mendukung dari sisi makanan tambahan, gizi tambahan, dan sanitasi. Sementara operasional Posyandu tetap dijalankan pihak puskesmas,” pungkas Dr. Aditya. (bak)






