Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 19 Agu 2026 15:33

UT School Kolaka Wisuda 23 Peserta Mekanik, Siapkan SDM untuk Industri


UT School Kolaka Wisuda 23 Peserta Mekanik, Siapkan SDM untuk Industri Perbesar

SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Sebanyak 23 peserta program UT School Kolaka resmi diwisuda setelah menyelesaikan pelatihan Mekanik Reguler Batch 38 dan BMC PT Satria Jaya Sultra, Rabu (19/8/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi tenaga kerja sekaligus mempertemukan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.

Dari 23 peserta tersebut, sebanyak 12 orang mengikuti kelas reguler UT School, sementara 11 lainnya merupakan peserta program BMC hasil kerja sama dengan PT Satria Jaya Sultra yang ditujukan bagi masyarakat lokal di wilayah Kolaka.

Wakil Direktur KIPL UT School Jakarta, Syaifuddin Zuhri, mengatakan kehadiran UT School di Kolaka merupakan bagian dari pengembangan jaringan pelatihan UT School di Indonesia. Kolaka menjadi titik ke-26 UT School.

“UT School hadir di Kolaka merupakan bagian titik yang ke-26 untuk lembaga pelatihan,” kata Syaifuddin.

Menurutnya, pelatihan di Kolaka memberikan dasar-dasar kompetensi mekanik alat berat kepada peserta. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi lulusan untuk memasuki dunia industri.

Syaifuddin mengatakan, UT School juga terus berupaya membuka peluang penyerapan lulusan melalui komunikasi dengan sejumlah mitra industri di wilayah Kolaka.

Baca juga :   Wisuda Santri Ponpes Al-Junaidiyah Biru, Wabup Bone: Pesantren adalah Miniatur Peradaban

“Kami sedang mengusahakan beberapa mitra kami yang di area Kolaka, termasuk anak perusahaan, untuk mulai melihat kebutuhan yang bisa kami ambil informasinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, UT School masih membuka peluang melanjutkan program pelatihan di Kolaka. Ke depan, kemungkinan pembukaan kelas baru akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan program.

“Ke depannya UT School tetap ingin memberi sumbangsih untuk pengembangan masyarakat melalui pelatihan mekanik alat berat,” katanya.

Kepala SMKN 9 Kolaka, La Ode Kowareono, mengatakan program UT School di sekolahnya telah berlangsung sejak 20 Agustus 2025. SMKN 9 Kolaka menjadi satu-satunya SMK di Sulawesi Tenggara yang menjadi point UT School.

“Di Sulawesi Tenggara ini merupakan satu-satunya SMK atau lembaga yang menjadi point UT School,” kata La Ode.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi sekolah dengan dunia industri untuk meningkatkan kompetensi siswa dan alumni. Sekolah juga terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai mitra industri lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj. Suhaeny, mengatakan kolaborasi antara sekolah, lembaga pelatihan, dunia industri dan pemerintah merupakan bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca juga :   Ratusan Pengacara di Bone Desak Kepolisian Tangkap Pelaku Penembakan Rudi S Gani

Ia mengatakan pemerintah provinsi terus mendorong berbagai program untuk memperluas akses lulusan pendidikan vokasi terhadap pekerjaan. Salah satunya melalui penguatan lembaga sertifikasi profesi (LSP) di lingkungan pendidikan.

“Pendidikan dan pelatihan ini merupakan bagian dari proses yang lebih besar, yaitu upaya menyiapkan sumber daya manusia agar mampu menghadapi masa depan,” ujarnya.

Menurut Suhaeny, Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya alam dan pengembangan industri yang besar. Potensi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan mampu mengelola potensi tersebut secara profesional.

Karena itu, pendidikan vokasi dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Suhaeny berharap pola kolaborasi seperti program UT School dapat diperluas ke lebih banyak SMK di Sulawesi Tenggara. Saat ini terdapat 186 SMK di provinsi tersebut yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan dunia industri.

Kepada para wisudawan, Suhaeny berpesan agar tidak mengukur masa depan hanya berdasarkan pekerjaan pertama yang diperoleh.

Baca juga :   BNNP Sulsel Geledah Ruko Terduga Bandar Narkoba di Bone

“Jangan ukur masa depan kalian hanya dari pekerjaan pertama yang kalian dapatkan. Bangun kemampuan untuk menjadi pribadi yang terus berkembang,” pesannya.

Ia mendorong para lulusan menjadikan kompetensi sebagai modal, karakter sebagai identitas, dan pengalaman sebagai pembelajaran. Lulusan SMK diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu berkembang menjadi tenaga profesional, inovator, pemimpin, bahkan pencipta lapangan kerja.

Wisuda UT School Kolaka pun menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan dan peluang yang lebih besar untuk memasuki dunia kerja. (bak)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Dorong Hubungan Industrial yang Harmonis, Strategis dan Berkeadilan, PT Vale Persiapkan Perundingan PKB ke-22

19 Agustus 2026 - 15:04

Syarifuddin Tundreng Resmi Nahkodai USN Kolaka

18 Agustus 2026 - 14:10

Harmoni PT Vale dan Masyarakat Adat di Wonua Mekongga, Satukan Persepsi Jaga Keberlanjutan Sosial-Ekonomi

12 Agustus 2026 - 12:11

PT Vale, Pemkab Morowali, dan Masyarakat Luncurkan Desa Wisata Unsongi

10 Agustus 2026 - 20:16

Tanggapi Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Perlu Komunikasi dan Kepastian Hukum, Jangan Ada Premanisme Industrial

5 Agustus 2026 - 15:20

MIND ID Tegaskan Dukungan Penuh Bagi PT Vale di Pomalaa, Perkuat Kepastian Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan

5 Agustus 2026 - 09:16

Trending di Berita Utama