SULTRAKITA.COM, BAUBAU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Baubau bersama TNI-Polri, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dinas Kesehatan Kota Baubau membagikan 2.000 masker kepada masyarakat di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Baubau dalam beberapa hari terakhir.
Aksi sosial tersebut berlangsung di kawasan Pasar Laelangi, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Jumat (16/10). Pembagian masker menyasar pedagang, pengendara, warga yang beraktivitas di pasar, serta masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu menjadi upaya bersama untuk mengurangi paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko gangguan saluran pernapasan.
Komandan Kodim 1413/Buton Letkol Inf. Yoni, S.Hub.Int., mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian lintas instansi terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
“Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan karena saat ini kabut asap cukup meresahkan warga. Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, kegiatan hari ini bisa berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya.
Kapolres Baubau AKBP Noer Alam, S.I.K., juga mengingatkan masyarakat agar tetap melindungi diri selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik. Menurut dia, kabut asap yang cukup tebal dalam beberapa hari terakhir perlu diantisipasi, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
“Beberapa hari terakhir kabut asap cukup tebal dan ada beberapa masyarakat yang mengalami gangguan saluran pernapasan. Karena itu, ke depannya kita perlu lebih mengantisipasi dengan tetap menggunakan masker,” kata Noer Alam.
Dari sisi kesehatan, Ketua IDI Baubau dr. Hasrida Hamid mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak selama kualitas udara masih terganggu.
Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan asap. Masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan yang memberat.
“Kalau ada gejala-gejala yang memang memberat, misalnya sesak atau batuk yang tidak berhenti, diimbau untuk segera mencari layanan kesehatan, baik di puskesmas, dokter praktik, ataupun rumah sakit,” jelasnya.
Ketua PWI Baubau La Ode Aswarlin mengatakan pembagian masker merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi dalam merespons kondisi kabut asap yang sempat mengganggu kualitas udara di Kota Baubau.
Meski kondisi cuaca pada Jumat mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya, dia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak mengabaikan upaya pencegahan.
“Alhamdulillah, hari ini kondisi cuaca sudah lebih baik dari kemarin. Kita berharap kondisi ini akan kembali normal. Tetapi harapan kita, masyarakat tetap mencegah dan melindungi diri dengan menggunakan masker,” ujarnya.
Aswarlin menjelaskan, 2.000 masker yang dibagikan merupakan bantuan dari seluruh organisasi yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi lintas instansi itu juga akan berlanjut melalui edukasi bagi pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada Sabtu (17/10).
Kegiatan lanjutan tersebut direncanakan mencakup edukasi kesehatan dan keselamatan berlalu lintas dengan melibatkan IDI, PMI Baubau, personel Satuan Lalu Lintas, tenaga teknis bidang kesehatan, serta Babinsa setempat.
“Jadi ini aksi kolaborasi bersama,” tegas Aswarlin.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para pihak berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan melindungi diri dari paparan asap semakin meningkat.






