SULTRAKITA.COM, KENDARI- Sebanyak 2.198 personel gabungan TNI dikerahkan untuk mengamankan Pemilihan umum (Pemilu) pada 17 April 2019 mendatang di wilayah provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Komandam Korem (Danrem) 143/ Haluoleo (HO) Kendari Kolonel Inf Yustinus Nono Yuliato mengatakan, ribuan personel ini disebar di seluruh daerah yang ada di Sultra. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan sehingga Pemilu bisa berjalan kondusif.
“2.198 personel tersebar di Sultra. Jadi di setiap Polres yang ada kita Bawah Kendali Operasi (BKO) kan Satuan Setingkat Peleton (SST) prajurit TNI itu sejumlah 30 personel. Sedangkan di Polda kita BKO kan satu SST dan Satuan Setingkat Kompi (SSK ),” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Pangdam sebanyak 200 pasukan Kostrad dalam membantu mengamankan jalannya Pemilu mendatang. Selain itu juga mendapatkan bantuan kendaraan Anoa dan BTR.
“Kami juga mendapat BKO sebanyak 200 pasukan Kostrad dari Pangdam untuk membantu mengamankan Pemilu,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, selain itu juga pihaknya telah melakukan deklarasi bersama dengan mahasiswa yang dihadiri KPU, Polda dan Bawaslu. Serta mengajak masyarakat agar menjaga Pemilu agar berlangsung dengan aman.
“Kami mengajak masyarakat dan mahasiswa agar bersama menjaga Pemilu ini aman, damai serta bermartabat adil dan jujur. Bahkan kami juga sudah menandatangani MoU deklarasi damai dengan mahasiwa, yang dihadiri KPU Bawaslu, Polda sehingga Pemilu terselenggra dengan kondusif,” paparnya.
Yustinus juga menekankan, agar seluruh TNI tetap menjaga netralitas. Sebab, hal itu sesuai dengan Undang Undang. Untuk itu, apabila ada yang tidak netral akan mendapatkan sanksi tegas.
“Kita sebagai prajurit tetap netral dan sudah diatur dalam Undang Undang dan mengikuti mengikuti petunjuk pimpinan. Bahkan netral itu harga mati,” tegasnya.
Ia meminta kepada masyarakat walapun berbeda pilihan dalam Pemilu, agar tetap menjaga hubungan silaturahmi.
“Saya berharap kepada seluruh masyarakat bahwa walaupun pilihan berbeda, tapi jangan sampai merusak kebersamaan,” tandasnya. (Bung)






