SULTRAKITA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus berupaya mempertahankan eksistensi seni dan budaya daerah Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPTD Kantor Museum dan Taman Budaya menggelar Pagelaran Seni dan Budaya selama tiga hari di mulai sejak Senin (27/7) hingga Rabu (29/7).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio mengatakan, seni dan budaya memiliki nilai yang sangat tinggi, karena
apabila terus digali tidak akan habis. Berbeda dengan sumber daya alam seperti nikel dan batu bara.
“Kita tahu bahwa sumber daya alam apabila digali terus, akan semakin habis. Namun apabila sumber daya seni budaya ini digali, akan semakin kaya, karena nilai yang terkandung didalamnya sangat tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelestarian seni dan budaya ini sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur yakni Sultra beriman. Sehingga harus dijaga dan selalu dilestarikan agar ke depan seni budaya Sultra semakin berkembang.
“Jadi ini merupakan tugas Dikbud Sultra untuk selalu memelihara dan melindungi seni dan budaya lokal yang ada di Sultra, agar tetap berkembang,” jelasnya.
Asrun Lio mengungkapkan, pagelaran ini merupakan salah satu wadah untuk menunjukan keterampilan, kecakapan dalam mengolah seni budaya yang nilainya sangat tinggi.
“Pagelaran ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya adalah untuk melindungi dan memlihara seni budaya lokal,” tandasnya. (hn)






