Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 13 Sep 2022 15:34

ANTAM Gelar Workshop Keanekaragaman Hayati, Penanaman Mangrove danTransplantasi Karang


 Pose bersama usai pelaksanaan workshop keanekaragaman hayati Perbesar

Pose bersama usai pelaksanaan workshop keanekaragaman hayati

SULTRAKITA.COM, Kolaka – PT AntamTbk UBPN Kolaka, perusahaan yang peduli dengan lingkungan alam sekitar bersama Komunitas Pecinta Alam Laut (KAPAL) Kolaka serta mahasiswa KKN USN Kolaka menggelar workshop keanekaragaman hayati, penanaman mangrove serta transplantasi terumbu karang bersama masyarakat desa Hakatutobu, kecamatan Pomalaa, Senin (12/9/22) di Desa Hakatutobu Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Baca juga :   Teken PKB ke-20, Wujud Komitmen PT Vale Membangun Harmonisasi Hubungan Industrial

Workshop turut dihadiri BKSDA Sulawesi Tenggara (Sultra), Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka, serta Dinas Kelautan dan Periklanan Kolaka serta masyarakat Desa Hakatutobu. Workshop digelar usai seremoni penanaman seribu pohon mengrove di pesisir desa Hakatutobu oleh jajaran manajemen Antam, masyarakat dan instansi pemerintah daerah serta BKSDA Sultra.

Sementara kegiatan transplantasi terumbu karang dilakukan di areal Karamba desa Hakatutobu dengan penanaman sebanyak 10 media terumbu dengan jenis karang spider.

Ketua KPA KAPAL Kolaka, Amsyar AL menyampaikan terimakasih kepada Antam yang selalu mensupport kegiatan pelestarian lingkungan di desa Hakatutobu.

“Kegiatan transplantasi terumbu karang bersama Antam sudah berlangsung selama tujuh tahun,” ungkapnya.

Dia berharap, instansi pemerintah daerah dapat memberi perhatian serupa terhadap kegiatan pelestarian lingkungan yang dilakukan di desa Hakatutobu ini, apalagi di desa tersebut memiliki potensi keanekaragaman hayati yang baik.

“Dinas Pariwisata mungkin bisa berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan kapasitas terkait pengelolaan pariwisata di areal Karamba,” ujarnya.

Baca juga :   BPTP Sultra Kembang Biakan Puluhan Kambing Boerka

Sementara itu, Kepala Desa Hakatutobu, Nurdin mengatakan, kegiatan penanaman mangrove maupun transplantasi terumbu karang serta workshop keanekaragaman hayati ini sudah sering dilakukan di desanya.

Namun, menurutnya kegiatan seperti yang dilaksanakan ini, belum memberikan dampak maksimal terhadap perubahan perilaku masyarakat setempat, karena masih ada sebagian nelayan desa Hakatutobu yang melakukan pemboman ikan.

“Saya tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar turut menjaga keanekaragaman hayati yang dimiliki desa ini,” ujar Nurdin.

Selain itu, dia juga meminta jajaran BKSDA Sultra agar memberikan konsen maksimal dalam pelestarian keanekaragaman hayati di desa Hakatutobu. Diantaranya adalah dukungan terhadap rencana pembuatan penangkaran habitat satwa liar yang dilindungi.

Terkait dukungan pemerintah khususnya BKSD, Polhut Madya Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sultra, Sinyo mengungkapkan bahwa pihaknya memastikan dukungannya terhadap kegiatan pelestarian lingkungan yang dilakukan Komunitas KAPAL bersama Antam di desa Hakatutobu.

“Kami berharap sejumlah satwa liar yang telah ada di areal Karamba segera dikoordinasikan dengan BKSDA Sultra untuk dilakukan pendataan serta pengurusan izinnya,” ucapnya.

Sinyo menambahkan, pihak KAPAL bisa meminta bantuan bibit terumbu karang kepada BKSDA, kami akan berikan secara gratis.

Baca juga :   Pelanggan Kalla Toyota Pare-Pare Memenangkan Grand Prize 1 Unit Toyota Agya

Business Support Senior Manager PT Antam Tbk UBPN Kolaka, Ridho Anggoro menjelaskan bahwa memelihara keanekaragaman hayati bertujuan untuk mengembalikan ekosistem pesisir, mulai dari mangrove, terumbu karang dan padang lamun pada kondisi semula.

“Jika ekosistem ini sudah membaik, maka itu akan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, karena ekosistem tersebut nantinya akan menjadi lokasi pemijahan ikan, kepiting dan udang,” jelas Ridho Anggoro.

Dia juga memastikan dukungan ANTAM terhadap rencana pengembangan desa wisata di Hakatutobu, termasuk pembuatan kawasan konservasi pesisir oleh BKSDA Sultra.

“Kami berharap, masyarakat mendukung kegiatan pelestarian lingkungan ini. Karena dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Menurutnya, program ini tidak bisa dilakukan secara parsial, sehingga dibutuhkan kolaborasi para pihak untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan keanekaragaman hayati yang lestari.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kolaka, Umar mengapresiasi pihak Antam dan KAPAL Kolaka yang telah berinisiatif menggagas program-program pelestarian lingkungan, khususnya untuk pelestarian habitat pesisir dan laut di desa Hakatutobu.

“Transplantasi terumbu karang sangat dibutuhkan untuk regenerasi terumbu karang sebagai syarat mutlak dalam pemulihan ekosistem perairan laut,” katanya.

Dia juga berharap, masyarakat mulai meningkatkan kesadarannya terhadap pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang, agar habitat ekosistem perairan laut di desa Hakatutobu bisa kembali pulih. (*)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

Baca Lainnya

Kube Dapat Jatah Paket Hibah, Ini Kata Andi Islamuddin

20 Juli 2024 - 11:57

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Wakatobi tahun 2024 Terbaik Ke-6 di Sulawesi Tenggara

19 Juli 2024 - 23:59

Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan, Ini Sederet Capaian Pemda Wakatobi di Survey BPS 2024

19 Juli 2024 - 21:22

Diterpa Isu Negatif, Begini Penjelasan Kepala Bappeda Wakatobi

19 Juli 2024 - 20:17

Harmonisasi Perencanaan Pembangunan, Pemda Wakatobi Gelar FGD Rancangan Teknokrat RPJMD

19 Juli 2024 - 19:58

Toyota Rush, Cicilan Tanpa Bunga Nol Persen

19 Juli 2024 - 17:53

Trending di Berita Utama