Menu

Mode Gelap

Terbaru · 17 Jun 2021 00:19

Balitbangtan BPTP Sultra Kembangkan Ayam KUB


 Balitbangtan BPTP Sultra Kembangkan Ayam KUB Perbesar

SULTRAKITA.COM, KENDARI – Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (Ayam KUB)  mulai familiar pemeliharaannya di Indonesia. Sejak dirilis hasil penelitiannya oleh Balitnak, sebarannya mulai rata ke seluruh wilayah di tanah air.  Ayam kampung hasil seleksi genetik ini memiliki keunggulan antara lain mampu bertelur hingga mencapai 160-180 butir per ekor per tahun, masa mengeram berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali. Selain itu, ayam ini dapat tumbuh lebih cepat daripada ayam kampung biasa. Rasa daging ayam KUB gurih, sebagaimana ayam kampung pada umumnya.

Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara Muhammad Sidiq, STP, MM mengatakan, saat ini Balitbangtan BPTP Sultra sedang mengembangkan  Ayam KUB.
Kegiatan pengembangan ini, bertujuan untuk mendiseminasikan dan menyebarluaskan teknologi  ayam kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan Sensi Agrinak 1 yang merupakan ayam kampung unggul hasil seleksi. (17/6/2021).

“ Kegitan pengembangan ini, diaharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang teknologi ayam KUB dan ayam sensi. Saat ini kami telah menyediakan DOC ayam KUB dan sensi, untuk dikembangkan oleh masyarakat.  Sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan ayam kampung petelur dan pedanging,” ujar Muhammad Sidiq.

Baca juga :   3 Organisasi Jurnalis Minta Kapolda Tindak Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis

Sementara itu Penanggung Jawab Kegiatan
Miftah Hidayat, S.Pt,   menambahkan, bahwa kegiatan Diseminasi Pembibitan dan Pembesaran ayam Kampung Balitbangtan (KUB), mendatangkan Day old chicken (DOC)  pada September 2020 sebanyak  500 ekor. Terdiri dari 400 ekor DOC KUB dan 100 ekor DOC Sensi dengan total mortalitas kematian 21 ekor. Seluruh DOC yang tiba, langsung diambil data berat badan awal brooder dengan tingkat suhu 30 derajat celcius serta dilanjutkan vaksinasi sebanyak 3  kali.

” Kegiatan Diseminasi Pembibitan dan Pembesaran ayam Kampung Balitbangtan (KUB),  dikelola oleh 2 orang petugas secara berkesinambungan. Disamping melakukan kegiatan pembibitan, juga memperkenalkan keunggulan dan kemudahan beternak KUB serta ayam Sensi, kepada peternak di Sulawesi Tenggara ,” imbuhnya.

Miftah menerangkan, setiap petugas memantau secara rutin peningkatan berat badan dan PBBH 2 jenis ayam yang diternakan. Rata-rata berat badan KUB petelur dimulai dari bobot 0,58 kg/ekor, setelah pemeliharaan selama 21 minggu, bobot badan rata-rata bisa mencapai 1.800 kg/ekor. Sedangkan untuk KUB Sensi, rata-rata berat badan mulai 0,70-an kg/ekor. Setelah masa pemeliharaan, bisa mencapai 2.100 kg/ekor.

Baca juga :   Jelang HPS, Dinas Ketahanan Pangan Sultra Berbenah

” Petugas mencatat seluruh perkembangan setiap bulannya. Selain mencatat peningkatan bobot,  Petugas juga rutin mencatat proses penetasan dengan mesin tetas, yang didatangkan dari Kebun Percobaan Gowa sejak April lalu. Tahun 2021, tercatat dari  pertengahan April hingga Pertengahan Juni 2021, telah dilakukan 4 kali penetasan, dari total 1052 telur yang telah masuk inkubator, penetasan telur sudah mencapai 92,55 % ,” bebernya.

Kata Miftah, BPTP Sultra sudah mampu melayani permintaan DOC, peternak dari Lalembuu, sebanyak 200 DOC untuk diternakkan. Serta  Kelurahan Abeli Sawah, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, sebanyak 100 Doc. Sehingga total Doc yang telah tersebar sebanyak 300 ekor Doc.

“Peternak dari beberapa kabupaten di Sultra sudah banyak yang datang ke BPTP, untuk mendapatkan DOC KUB. Peminatnya terus meningkat, terutama ayam Sensi karena BPTP Sultra satu-satunya pengembang lanjutnya ,” urainya.

Ditanya soal kendala, Miftah menjelaskan, faktor cuaca yang kurang menentu,  dapat memicu datangnya serangan penyakit, misalnya pembengkakan pada mata. Namun, petugas juga telah mendapat bimbingan penanganan dalam penanganan serangan penyakit tersebut.

Baca juga :   Balitbangtan BPTP Lepas Siswa Prakerin SMKN 1 Wonggeduku

” Saat ini produksi telur perhari hanya sekitar 49 dari 119 indukan KUB dan 29 indukan  sensi, mengalami penurunan karena sedang fase mengeram. Saat ini dalam kawasan diseminasi  seluas 1 ha, sudah berdiri 6 bangunan utama yakni  kantor, gedung penetasan, kandang pembesaran kapasitas 500 ekor dengan dukungan 2 tower air, gudang pakan dan mesin tetas. Juga gudang tambahan, kandang pembesaran kapasitas 1.000 ekor sedang dalam proses pembangunan.

Tambahnya, tujuan mulia diseminasi ini adalah memperbanyak populasi KUB di Sultra, karena peminatnya juga sudah mulai berdatangan. Tentu petugas juga telah mendapat pelatihan khusus, berupa  praktek inseminasi buatan. Dengan pengambilan sperma pada ayam jantan, untuk dideposisikan ke betina, agar dapat menggenjot angka indukan, bila kandang kapasitas 1.000 bisa digunakan dan memenuhi permintaan peternak di Sultra. (Ikl)

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya

Pemkab Koltim Fokus Tingkatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi

4 Juni 2024 - 20:21

PT Vale Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Luwu

7 Mei 2024 - 12:17

Peringati Hari Ibu, Sekda Sultra Ajak Semua Pihak Hargai Perjuangan Perempuan

23 Desember 2023 - 07:51

Kelola Sampah secara Terpadu, Antam Gagas Program Momahe

11 Desember 2023 - 17:31

sultrakita.com, Pengelolaan Sampah Antam

Serikat Pekerja PT Antam UBPN Kolaka Bantu Rakyat Palestina

8 Desember 2023 - 17:17

PT Vale Raih CSA Awards 2023 Kategori The Best Materials Sector on the Main Board

24 November 2023 - 14:15

CSA Award
Trending di Terbaru