SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Bupati Kolaka H. Amri, meminta pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diperketat untuk mencegah penyelewengan. Sejumlah persoalan lain, mulai dari perkembangan HIV/AIDS, peredaran narkoba, hingga aktivitas siswa sampai larut malam, juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Bupati Kolaka di Zona Cafe, Selasa (27/10/2026). Rapat dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan instansi terkait.
“Pengawasan harus ditingkatkan agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” tegas Amri.
Selain pengawasan BBM, rapat membahas upaya pencegahan dan penanganan peredaran narkotika, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sengketa lahan di Kecamatan Tanggetada, serta perkembangan kasus HIV di Kabupaten Kolaka.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan yang dipaparkan dalam rapat tersebut, sebanyak 145 orang sedang menjalani pengobatan HIV. Sementara itu, 13 orang belum memulai pengobatan, 46 orang tidak dapat ditindaklanjuti karena keberadaannya tidak diketahui, dan 62 orang dilaporkan meninggal dunia akibat HIV.
Persoalan aktivitas siswa hingga larut malam juga menjadi perhatian Bupati. Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengintensifkan patroli untuk memantau aktivitas tersebut.
Amri juga meminta Bagian Hukum bersama Sekretaris Daerah mengkaji regulasi yang berkaitan dengan aktivitas siswa di luar jam sekolah.
Rapat koordinasi itu turut membahas langkah antisipasi terhadap rencana unjuk rasa dan penyebaran disinformasi yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Bupati berharap seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menangani berbagai persoalan tersebut. Upaya bersama itu dinilai penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Kabupaten Kolaka. (bak)






