Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 13 Okt 2026 21:01

Dari Sekolah hingga Lingkar Tambang, PT Vale Dorong Masyarakat Kolaka Lebih Sehat


Dari Sekolah hingga Lingkar Tambang, PT Vale Dorong Masyarakat Kolaka Lebih Sehat Perbesar

SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Upaya membangun masyarakat yang sehat tidak cukup dilakukan melalui layanan pengobatan. Pengetahuan untuk mencegah penyakit, kebiasaan menjaga kebersihan, serta pemahaman terhadap risiko penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu fokus program sosial dan lingkungan PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka menggelar edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan penyalahgunaan NAPZA, serta HIV di SMP Negeri 1 Baula. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat bertajuk *Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya*.

Pemilihan lingkungan sekolah menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan pengetahuan kesehatan sejak usia dini. Melalui edukasi tersebut, siswa diharapkan memahami risiko perilaku yang dapat membahayakan kesehatan sekaligus mampu menyampaikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya.

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan edukasi merupakan salah satu pilar penting dalam pemberdayaan masyarakat. Menurut dia, pengetahuan mengenai kesehatan dan persoalan sosial perlu diperkenalkan sejak usia sekolah.

Ia berharap siswa dapat menjadi agen perubahan yang ikut menyebarkan pesan hidup sehat dan menjauhi narkoba di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Pesan serupa disampaikan Konselor HIV Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kolaka, Iwan Ahmadi. Ia menilai edukasi sejak usia sekolah penting untuk membantu anak-anak memahami bahaya narkoba dan risiko HIV, sehingga mereka memiliki bekal pengetahuan untuk melindungi diri.

Iwan juga mendorong siswa dan guru untuk turut menyebarluaskan pesan pencegahan. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan edukasi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat menjangkau lingkungan yang lebih luas.

Ketua OSIS SMP Negeri 1 Baula, Muhammad Ibrahim, menyampaikan pesan kepada teman-temannya agar menghindari narkoba dan rokok serta berhati-hati dalam memilih pergaulan.

“Hindari narkoba karena berbahaya bagi kesehatan dan dapat menimbulkan ketergantungan. Hindari juga rokok, serta berhati-hatilah dalam memilih pergaulan,” ujarnya.

PHBS Sebagai Langkah Awal Pencegahan Penyakit

Edukasi di sekolah tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kesehatan yang telah dijalankan PT Vale IGP Pomalaa di wilayah pemberdayaannya.

Pada 25 Juni 2026, misalnya, perusahaan menggelar promosi kesehatan mengenai PHBS di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa. Kegiatan itu menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan sanitasi untuk mencegah penyakit, khususnya demam berdarah dengue (DBD).

Senior Coordinator Safety & Emergency Response PT Vale IGP Pomalaa, Deri Nurjaya Putra, saat itu menekankan hubungan antara kebersihan, kesehatan, dan produktivitas masyarakat.

“Produktivitas berawal dari kesehatan, dan kesehatan berawal dari kebersihan. Ini merupakan lingkaran yang saling berkaitan dan tidak terputus,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapat penjelasan mengenai pengelolaan sampah, kebersihan saluran air, serta pemeriksaan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Penanggung Jawab Kesehatan IGP Pomalaa, dr. Faturrahman, menjelaskan bahwa pencegahan DBD perlu dimulai dari rumah. Ia menyebut data yang dihimpun bersama puskesmas menunjukkan kasus DBD masih ditemukan hampir setiap bulan di wilayah tersebut.

Karena itu, edukasi PHBS tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga mendorong kebiasaan praktis yang dapat diterapkan masyarakat, termasuk pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M dan pemantauan jentik secara rutin.

Baca juga :  Mewujudkan Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Pj Gubernur Sulta Teken 22 Kesepakatan Bersama

Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan salah satu pendekatan program kesehatan perusahaan, yakni mendorong masyarakat mengambil peran dalam menjaga kesehatan lingkungan tempat tinggalnya. Namun, dampak terhadap penurunan kasus penyakit tetap memerlukan data evaluasi yang terukur.

Pencegahan NAPZA Perlu Berkelanjutan

Selain penyakit yang berkaitan dengan lingkungan, penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar IGP Pomalaa.

Pada 1 Oktober 2026, PT Vale menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) yang dirangkaikan dengan kegiatan Posyandu di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa.

Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst Site PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah pencegahan. Ia merujuk pada data BNN yang, menurut keterangannya, menempatkan Kecamatan Pomalaa, khususnya Desa Oko-Oko, dalam kategori zona merah terkait persoalan narkoba.

Aditya menegaskan bahwa keterangan tersebut bukan berarti Desa Oko-Oko memiliki banyak penderita TBC atau pengguna narkoba. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan meminimalkan risiko penyalahgunaan narkoba yang dapat berdampak pada masyarakat maupun tenaga kerja.

Kepala Desa Oko-Oko, Binsar, mengapresiasi kegiatan tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan tidak cukup berhenti pada sosialisasi.

Ia mengusulkan agar kegiatan berikutnya dapat melibatkan BNN secara langsung sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih intensif.

Masukan tersebut menunjukkan pentingnya keberlanjutan program dan keterlibatan berbagai pihak. Edukasi dapat menjadi langkah awal, tetapi upaya pencegahan juga membutuhkan koordinasi dengan lembaga terkait dan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pencegahan HIV di Tempat Kerja dan Masyarakat

Upaya edukasi kesehatan PT Vale juga mencakup pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Pada 18 September 2026, SultraKita.com memberitakan program terpadu HIV/AIDS di IGP Pomalaa yang dijalankan melalui Panitia Pembina HIV/AIDS (P2HIV). Program itu mencakup edukasi, kampanye pencegahan, konseling dan pemeriksaan sukarela, pemantauan kesehatan, serta pendampingan bagi pekerja yang membutuhkan.

Senior Manager HSOR IGP Pomalaa, Guntur Suryaning Hadi, mengatakan program tersebut ditujukan untuk memastikan pekerja memperoleh informasi yang benar dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

“Melalui P2HIV, kami berupaya memastikan seluruh pekerja memperoleh informasi yang benar serta akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Seluruh program dilaksanakan dengan menjunjung tinggi kerahasiaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak serta martabat setiap individu,” ujar Guntur.

Program di lingkungan kerja tersebut juga menekankan pentingnya pemeriksaan secara sukarela dan perlindungan kerahasiaan rekam medis. Pendekatan ini penting agar informasi kesehatan dapat diperoleh tanpa mengabaikan hak dan privasi individu.

Di luar lingkungan kerja, PT Vale menyebut program *Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya* sebagai salah satu jalur untuk melaksanakan kampanye, edukasi, dan promosi kesehatan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka dan BNN Kabupaten Kolaka dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS bagi karyawan serta kontraktor.

Meski memiliki tujuan pencegahan yang beririsan, edukasi HIV di sekolah dan layanan HIV bagi pekerja merupakan kegiatan dengan sasaran serta mekanisme berbeda. Keduanya dapat dipahami sebagai bagian dari pendekatan kesehatan yang lebih luas, tetapi hasil dan jangkauan masing-masing program perlu dinilai berdasarkan data pelaksanaannya.

Kolaborasi Memperkuat Layanan Kesehatan

Selain edukasi langsung kepada masyarakat dan pekerja, kolaborasi PT Vale dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka juga menyentuh penguatan kapasitas layanan kesehatan daerah.

Baca juga :  Pemprov Sultra Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Hj. Sri Raoda Buna, S.T., M.T., M.Sc., mengungkapkan bahwa PT Vale dan pemerintah daerah telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kompetensi tenaga medis pada 28 Agustus 2026.

Sri Raoda menjelaskan bahwa salah satu bentuk dukungan tersebut adalah bantuan pendidikan bagi empat dokter spesialis dasar, yakni spesialis anak, obstetri dan ginekologi, bedah, serta penyakit dalam. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter tersebut berkomitmen mengabdi di RSUD Wasa Wisa Benggali.

“Kami telah menandatangani nota kesepahaman untuk bantuan pendidikan empat dokter spesialis dasar, yaitu spesialis anak, obstetri dan ginekologi, bedah, serta penyakit dalam. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter tersebut berkomitmen untuk mengabdi di RSUD Wasa Wisa Benggali,” kata Sri Raoda.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan alat kesehatan dari PT Vale dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar sesuai dengan kebutuhan prioritas dan tidak tumpang tindih dengan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Koordinasi ini penting agar bantuan dapat memenuhi kebutuhan prioritas sekaligus mencegah terjadinya pembiayaan ganda,” jelasnya.

Pernyataan tersebut memperluas gambaran kolaborasi kesehatan di Kolaka. Jika edukasi PHBS, pencegahan NAPZA, dan HIV menitikberatkan pada pengetahuan serta pencegahan, dukungan pendidikan dokter spesialis dan alat kesehatan diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelayanan medis.

Keduanya merupakan bentuk dukungan yang berbeda. Karena itu, penguatan layanan kesehatan daerah tidak dapat dianggap sebagai bukti langsung bahwa edukasi kesehatan telah menurunkan angka penyakit atau penyalahgunaan narkoba. Untuk menilai dampaknya, diperlukan indikator dan evaluasi yang sesuai dengan masing-masing program.

Menjaga Keberlanjutan Program

Program Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya memiliki tiga pilar utama. Kolaka Sehat berfokus pada kesehatan, gizi ibu dan anak, sanitasi, serta air bersih. Kolaka Bersih menekankan pengelolaan sampah, penanaman pohon, dan pembiasaan perilaku bersih serta hijau. Sementara itu, Kolaka Berdaya diarahkan pada penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan perempuan serta pemuda.

Dalam kerangka tersebut, edukasi kesehatan merupakan salah satu bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Tujuannya bukan hanya menyampaikan informasi, melainkan mendorong masyarakat memahami risiko, membangun kebiasaan sehat, dan mengetahui pentingnya mengakses layanan yang tersedia.

Kegiatan di SMP Negeri 1 Baula, edukasi PHBS di Desa Pesouha, sosialisasi bahaya narkoba dan TBC di Desa Oko-Oko, serta program pencegahan HIV/AIDS di lingkungan kerja menunjukkan beragam sasaran yang dijangkau melalui kegiatan kesehatan PT Vale IGP Pomalaa.

Meski demikian, keberlanjutan menjadi tantangan penting. Perubahan perilaku tidak dapat diukur hanya dari jumlah sosialisasi atau peserta yang hadir. Pemantauan berkala, keterlibatan sekolah dan pemerintah desa, koordinasi dengan puskesmas serta lembaga terkait, dan evaluasi hasil diperlukan untuk mengetahui sejauh mana edukasi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, membangun masyarakat yang sehat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perusahaan dapat mendukung melalui program sosial dan lingkungan, pemerintah menyediakan kebijakan serta layanan, sedangkan sekolah, keluarga, dan masyarakat berperan menjaga keberlanjutan kebiasaan sehat.

Upaya tersebut akan lebih bermakna ketika edukasi tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi pengetahuan dan praktik yang terus dijalankan masyarakat Kolaka. (bak)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Hari Pahlawan, Momen Refleksi Melanjutkan Perjuangan

11 November 2024 - 18:17

Dukung Program Presiden RI, Pemprov Sultra Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

11 November 2024 - 02:27

Pj Gubernur Sultra Dorong UMKM Tenun Masalili Muna, Lestarikan Budaya dan Pacu Ekonomi Lokal

17 Oktober 2024 - 20:49

Wujudkan Pangan Kuat dan Indonesia Berdaulat

16 Oktober 2024 - 20:21

Pj Gubernur Sultra Raih Penghargaan Apresiasi Tokoh Indonesia 2024

10 Oktober 2024 - 22:11

Bersama Pancasila Wujudkan Indonesia Emas

1 Oktober 2024 - 18:42

Trending di Advertorial