Menu

Mode Gelap

Nasional · 23 Apr 2021 12:36

Hari Buku Dunia 2021: Gus AMI Ajak Tingkatkan Minat Membaca Guna Raih Kesejahteraan


Hari Buku Dunia 2021: Gus AMI Ajak Tingkatkan Minat Membaca Guna Raih Kesejahteraan Perbesar

SULTRAKITA.COM, JAKARTA – UNESCO menetapkan peringatan Hari Buku Sedunia atau World Book Day setiap 23 April untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta.

Tanggal 23 April dipilih bukan tanpa alasan, tanggal ini merupakan tanggal meninggalnya sejumlah Tokoh Sastra terkemuka, termasuk Miguel de Cervantes, William Shakespeare, Inca Garcilaso de la Vega, William Wordsworth, dan David Halberstam.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Gus AMI) dalam keterangan Persnya, ia menyebutkan, Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kegiatan belajar mengajar sangat terganggu, kondisi ini juga memberikan dampak terhadap minat baca para siswa yang turun drastis.

Berdasarkan Laporan UNESCO, Indonesia menjadi urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca di negara ini sangat rendah.

” Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya dikisaran 0,001%, artinya dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Hal ini patut mendapat perhatian kita semua, ” Ujar Wakil Ketua DPR RI bidang Kokesa ini.

Baca juga :   Calon Pengantin Wajib Tes Kesehatan, Minimal Tiga Bulan Sebelum Menikah

Minimnya minat baca, kata Gus AMI merupakan masalah mendasar yang memiliki dampak sangat luas bagi kemajuan bangsa Indonesia, karena sebagian besar keterampilan dan pengetahuan modern dapat dipelajari dengan menbaca.

Gus AMI menilai, rendahnya minat baca telah menyebabkan meningkatnya hoax dan disinformasi, sebab masyarakat pembaca yang terampil – mampu membaca, memahami, mengevaluasi, dan menyaring informasi, masih sangat minim.

“ Literasi yang rendah berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas negara, yaitu jumlah output yang dihasilkan negara tersebut dalam suatu periode. Produktivitas yang rendah akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan yang ditandai oleh rendahnya pendapatan per kapita, yaitu tingkat pendapatan semua orang di sebuah negara jika terdistribusi secara merata. Karenanya kita harus tingkatkan minat baca untuk mewujudkan kesejahteraan, ” Sambung Gus AMI.

Selain itu, rendahnya minat baca juga akan mempengaruhi daya saing, ini sangat disayangkan mengingat 62% rasio penduduk Indonesia adalah angkatan kerja produktif, dimana dari berbagai survei menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan.

Dari data Survei Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2015 misalnya, Indonesia berada di urutan ke-64 dari 72 negara, selama kurun waktu 2012 – 2015, skor PISA untuk membaca hanya naik 1 poin dari 396 menjadi 397.

Baca juga :   BKN Percepat Penetapan NIP CPNS dan PPPK Guru Tahap 1

Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memahami dan keterampilan menggunakan bahan-bahan bacaan, khususnya teks dokumen, pada anak-anak Indonesia usia 9 – 14 tahun berada di peringkat sepuluh terbawah.

Hasil Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI)/Indonesia National Assessment Programme (INAP) yang mengukur kemampuan membaca, matematika, dan sains bagi anak sekolah dasar juga menunjukkan hasil serupa.

“ Rendahnya minat baca juga akan menyebabakan kemampuan inovasi kita rendah. Padahal inovasi adalah kunci kemajuan bangsa. Bahkan Demokrasi hanya akan berkembang di suatu masyarakat yang para warganya adalah pembaca ” ujar Gus Ami mengutip pendapat Daud Yoesoef

Lebih lanjut Gus AMI menjelaskan, sebagai solusi meningkatkan minat baca di Indonesia, Gerakan Literasi Nasional, Gerakan Literasi Sekolah, komunitas pembaca dan berbagai gerakan untuk meningkatkan minat baca harus terus kita gelorakan.

” Segala inisisasi yang dapat mendorong aktifnya gerakan literasi baik di sekolah maupun di masyarakat harus kita dukung dan kuatkan. Upaya penerbitan bahan bacaan oleh komunitas komunitas lolak harus kita dukung dengan meningkatkan anggaran ataupun fasilitas taman baca di tengah-tengah masyarakat. ” kata Gus Ami Mengakhiri rilisnya. (RN)

Artikel ini telah dibaca 70 kali

Baca Lainnya

Mentan Amran Bukber Di Kampung Halaman, Tegaskan Pejabat Sebagai Pelayan Masyarakat

19 Maret 2026 - 23:55

Prabowo “Semprot” Kepala Daerah dan Menteri, Instruksikan “Perang” Lawan Sampah Lewat Korve

3 Februari 2026 - 00:22

Diduga Buruk dalam Pelayanan Publik, Marine Inspektur UPP Bungku Dilaporkan ke Kemenhub RI

9 Januari 2026 - 16:32

PT Vale Indonesia Raih Gold Achievement di OPEXCON 2025

13 November 2025 - 20:15

Kunker di Bone, Kapolri dan Mentan Dapat Gelar Kehormatan Penuh Makna

16 Mei 2025 - 11:30

Wamenkop: Pembentukan Kop Des Merah Putih Sesuai Potensi dan Karakteristik Desa

13 Maret 2025 - 16:58

Trending di Nasional