SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Menjelang Hari Jadi Bone (HJB) yang ke 695 tahun, yang rutin diperingati setiap tanggal 6 April, Pemerintah Kabupaten Bone mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapaan Hari Jadi Bone di Kantor Bupati Bone Jalan Ahmad Yani Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (11/3).
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin di ruang kerjanya, dihadiri Pj Sekda Bone Andi Fajaruddin, Asisten Setda Bone, OPD, dan Tim Penggerak PKK Bone.
Dalam Rakor tersebut diketahui bahwa Hari Jadi Bone yang ke 695 tahun bakal diisi dengan beberapa macam rangkaian acara, dan dipusatkan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone.
Adapun rangkaian acara tersebut diantaranya, ziarah Makam raja-raja Bone, Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bone, Malekke wae dan Massimang, Pra Mattompang Arajang, Mattompang Arajang, Pasar pangan murah, Jalan Santai, Lomba Kebersihan kantor, juga pertunjukan tari.
Untuk Acara Mattompang Arajang sendiri akan dilaksanakan di Rujab Bupati Bone pada tanggal 10 April 2025 yang rencananya akan dihadiri oleh tamu-tamu khusus dari luar Kabupaten Bone.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menuturkan, meski dalam kondisi recofusing anggaran bukan berarti menyurutkan semangat HJB ke 695, karena peringatan tersebut adalah momentum yang sakral bagi Kabupaten Bone, oleh karenanya sinergitas dan partisipasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan HJB ke 695 tersebut.
“Kita mau memastikan rencana yang sudah disusun untuk peringatan Hari Jadi Bone berjalan dengan baik, intinya HJB bejalan sesuai dengan Substantifnya tapi kita ingin dilaksanakan secara sederhana, karena saat ini sedang dalam kondisi penghematan anggaran, sedehana maksudnya tidak memakai anggaran yang besar namun tetap semarak, kegiatan yang tidak menggunakan APBD tentunya tidak ada masalah seperti kegiatan yang melibatkan pihak ketiga contohnya Jalan Santai,” ungkapnya.
Lebih lanjut Andi Akmal menjelaskan, mengenai Anggaran HJB ia meminta agar digunakan secara efisien dan efektif karena saat ini sedang dalam kondisi penghematan anggaran, sehingga acara HJB diupayakan berlangsung secara sederhana.
“Untuk anggaran sudah ada di Dinas Kebudayaan dan gotong royong, kita usahakan anggaran semakin efektif dan efisien, makanya kegiatan dipusatkan di Rujab supaya tidak menggunakan banyak anggaran, anggaran kami minta dihemat, dibuat sederhana tapi tidak mengurangi semangat hari Jadi Bone, ” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Bone Andi Murni saat dikonfirmasi mengenai anggaran HJB tidak menjawab secara gamblang mengenai jumlah anggaran yang digelontorkan untuk Hari Jadi Bone yang Ke 695.
“Untuk anggaran disesuaikan,” singkatnya. (WRD)






