SULTRAKITA.COM, BAUBAU — Sebuah longboat yang membawa dua warga Mawasangka dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Pulau Kabaena, tepatnya di dekat Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, sejak Sabtu (14/2).
Dua penumpang longboat tersebut diketahui berasal dari Desa Napa, Kecamatan Mawasangka. Mereka adalah La Angga (50) dan Renal (20). Upaya pencarian terus dilakukan, namun hingga Minggu malam, keduanya belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kendari, Amiruddin AS, menjelaskan bahwa informasi hilangnya longboat baru diterima pada Minggu (15/2) sekitar pukul 18.50 Wita melalui Comm Centre KPP Kendari, atau lebih dari 24 jam setelah kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Kendari segera mengerahkan tim Rescue dari Pos SAR Baubau untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan di lokasi kejadian.
“Laporan resmi kami terima dari Zubaedah, istri salah satu korban. Ia menyampaikan bahwa longboat yang ditumpangi dua orang tersebut tidak dapat dihubungi dan diduga mengalami lost contact di jalur pelayaran,” ujarnya.
Menurut Amiruddin, longboat berangkat dari Pelabuhan Rakyat Dongkala menuju Mawasangka pada Sabtu sekitar pukul 14.00 Wita. Dalam kondisi normal, perjalanan laut tersebut ditempuh sekitar tiga jam. Namun hingga malam hari, kapal tak kunjung tiba di tujuan.
“Kondisi ini membuat pihak keluarga mulai khawatir karena tidak ada kabar maupun komunikasi dari penumpang,” jelasnya.
Sebelum tim SAR diterjunkan, keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri di sepanjang jalur pelayaran. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Setelah laporan diterima, Basarnas bergerak cepat. Pada pukul 19.05 Wita, tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kapal cepat RB 210 guna mempercepat proses penyisiran.
Jarak tempuh dari Pos SAR Baubau ke lokasi kejadian diperkirakan sekitar 28 nautical miles (NM). Tim langsung menyisir rute yang biasa dilalui nelayan dan pengguna transportasi laut dari Dongkala menuju Mawasangka.
“Pencarian awal kami fokuskan di jalur utama pelayaran. Area akan diperluas sesuai perkembangan informasi di lapangan,” kata Amiruddin.
Selain melakukan penyisiran, tim SAR juga terus memantau kondisi cuaca di perairan Kabaena yang berpotensi memengaruhi operasi pencarian. Basarnas turut melibatkan potensi SAR lainnya, termasuk nelayan lokal yang memahami karakter arus dan gelombang di wilayah tersebut.
Basarnas mengimbau masyarakat yang melintas atau beraktivitas di sekitar perairan Kabaena agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan longboat maupun dua korban yang hilang kontak.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan,” pungkas Amiruddin. (FRM)






